Internasional / Sabtu, 27 September 2025 06:34 WIB

Netanyahu Catat Pidato Prabowo di PBB, Begini Respons Menlu RI

BAGYNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Sugiono, menanggapi pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang menyoroti pidato Presiden Prabowo Subianto dalam Debat Umum Sidang Majelis Umum ke-80 PBB.

Netanyahu, saat berpidato pada sesi Debat Umum PBB, Jumat 26 September 2025, menyatakan mencatat dengan saksama kata-kata penuh semangat yang disampaikan Presiden Prabowo.

“Itu posisinya dia, saya jangan ditanya,” ujar Menlu Sugiono kepada wartawan di Markas Besar PBB, New York.

Sugiono menegaskan, visi apa pun terkait Israel harus berangkat dari pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina.

“Visi apa pun itu harus dimulai dari sana. Kami tidak akan berbicara yang lain selain pengakuan atas kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Itu yang akan terus kami perjuangkan,” tegasnya.

Netanyahu, yang mendapat giliran berbicara pertama pada hari terakhir Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB, mengklaim bahwa banyak pemimpin Arab dan Muslim berpikiran maju siap bekerja sama dengan Israel untuk mengakses teknologi modern di bidang pertanian, kedokteran, sains, pertahanan, hingga kecerdasan buatan.

Ia bahkan menyebut dalam beberapa tahun ke depan, wajah Timur Tengah akan berubah drastis dengan hadirnya “para pembawa damai” yang bersedia berdamai dengan Israel.

Selain itu, Netanyahu membantah tuduhan bahwa Israel dengan sengaja membuat rakyat Gaza kelaparan. Ia mengklaim Israel justru telah memasok lebih dari 2 juta ton makanan ke Gaza setiap hari, setara 3.000 kalori per orang. Menurutnya, jika ada warga Gaza yang kelaparan, itu karena pangan dicuri Hamas.

Namun, klaim Netanyahu bertolak belakang dengan data Kementerian Kesehatan Gaza. Pada awal September, tercatat 404 warga Gaza meninggal akibat malanutrisi sejak blokade Israel diperketat, termasuk 141 anak. Hanya dalam 24 jam terakhir, lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat kelaparan, salah satunya anak-anak.

Sepanjang Agustus 2025 saja, korban jiwa akibat kelaparan mencapai 185 orang, angka bulanan tertinggi sejak pengepungan diperketat pada Maret 2025. Otoritas Gaza juga menyebut lebih dari 43.000 balita serta 55.000 ibu hamil dan menyusui kini menderita malanutrisi serius.()

sumber: beritasatu.com

Penulis :
Editor :
Kategori : Internasional

Internasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex