">
PERISTIWA / Senin, 02 Februari 2026 18:15 WIB

Massa Kepung New Paragon KTV, Edy Natar: "Cabut Izin atau Bumi Ini Dikotori Maksiat!"

BAGYNEWS.COM - Gelombang amarah rakyat pecah di jantung Kota Pekanbaru. Senin 2 Februari 2026 sore, ratusan massa mengepung tempat hiburan malam (THM) New Paragon KTV di Jalan Sultan Syarif Kasim. 

Aksi massa ini merupakan serangan balik atas dugaan digelarnya kontes kecantikan waria pada 25 Januari lalu yang dinilai telah menginjak-injak marwah Bumi Lancang Kuning.

​Pantauan di lapangan, massa yang datang menutup akses depan New Paragon KTV. Spanduk perlawanan dibentangkan, orasi-orasi tajam membelah udara, menuntut tempat yang diduga sarang maksiat itu segera diratakan secara administratif.

Aksi ini bukan sekadar gertakan. Sejumlah tokoh paling berpengaruh di Riau turun langsung ke garis depan. Tampak mantan Gubernur Riau sekaligus mantan Danrem 031/WB, Edy Natar Nasution, didampingi Wakil Ketua MUI Riau Zulhusni Domo, dan tokoh pejuang Riau Azlaini Agus. 

Kehadiran mereka menegaskan bahwa masalah ini bukan sekadar isu sosial, melainkan perang menjaga identitas Melayu yang religius.

Dengan suara menggelegar di hadapan massa yang emosi, Edy Natar Nasution melempar ultimatum keras kepada Pemerintah Kota Pekanbaru. Ia mendesak Wali Kota dan Wakil Wali Kota tidak "masuk angin" dan segera mencabut izin operasional New Paragon KTV tanpa tapi.

​"Saya minta izin tempat ini dicabut! Kewenangan itu ada di tangan Wali Kota. Pemko harus punya nyali untuk menutupnya!" tegas Edy Natar, disambut takbir dan teriakan setuju dari massa.

​Purnawirawan Jenderal bintang satu ini juga menampar keras alasan klasik soal Pendapatan Asli Daerah (PAD). "Jangan karena alasan PAD, pemerintah melegalkan tempat maksiat! Masih banyak cara meningkatkan pendapatan tanpa mengorbankan moral masyarakat. Saya tidak rela bumi tempat saya dilahirkan dikotori dengan maksiat!" tandasnya dengan nada tinggi.

Edy Natar bahkan mempertanyakan keberanian aparat dan pemerintah daerah. Ia mengirim pesan telak bahwa jika suara seorang mantan Gubernur dan mantan Danrem saja tidak digubris, maka ada yang salah dengan kepemimpinan di Kota Bertuah.

​Senada dengan itu, Wakil Ketua MUI Riau, Zulhusni Domo, memperingatkan dampak spiritual dari pembiaran ini. "Pemimpin yang memberi izin pada tempat maksiat sama saja dengan mengundang bencana! Ini telah mencoreng wajah Pekanbaru!" tegasnya.

​Massa bersumpah tidak akan mundur sejengkal pun dan akan terus mengawal tuntutan ini hingga New Paragon KTV benar-benar ditutup secara permanen. Pekanbaru sore itu menjadi saksi bahwa marwah daerah tidak bisa ditukar dengan rupiah. (bgn/)

PERISTIWA

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex