KPK 'Garap' Pj Gubri SF Hariyanto dan 15 Pejabat Terkait Skandal Korupsi PUPR
BAGYNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi memeriksa Pj Gubernur Riau, SF Hariyanto, terkait pusaran dugaan korupsi di Dinas PUPR-PKPP Provinsi Riau yang sebelumnya telah menyeret Gubernur Riau nonaktif, Abdul Wahid.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menegaskan, tim penyidik tidak main-main dalam menguliti kasus ini. Agenda pemeriksaan terhadap orang nomor satu di Riau tersebut dijadwalkan berlangsung hari ini.
"Betul, hari ini penyidik menjadwalkan pemeriksaan terhadap Pj Gubernur Riau," tegas Budi dengan singkat dan padat, Rabu 11 Februari 2026.
Langkah KPK kali ini tergolong masif. Tidak hanya Pj Gubernur, penyidik lembaga antirasuah ini juga mencecar 15 orang lainnya dalam satu gelombang pemeriksaan sekaligus.
Di antara daftar saksi tersebut, terdapat nama-nama besar mulai dari Bupati Indragiri Hulu, Sekda Provinsi Riau, hingga jajaran Kepala UPT Dinas PUPR di seluruh wilayah Riau.
Langkah ini merupakan pengembangan dari penetapan tiga tersangka utama yang kini mendekam di balik jeruji besi Rutan Merah Putih, yakni, Abdul Wahid (Gubernur Riau nonaktif).
Muhammad Arief Setiawan (Kepala Dinas PUPR-PKPP).Dani M. Nursalam (Tenaga Ahli Gubernur).
KPK memusatkan "medan pemeriksaan" di Kantor Perwakilan BPKP Provinsi Riau dengan daftar saksi sebagai berikut:
SF Hariyanto (Pj Gubernur Riau), AAH (Bupati Indragiri Hulu), dan SA (Sekda Provinsi Riau). MAR (Ajudan Pj Gubernur) dan TM (Tenaga Ahli). Teknis dan Anggaran: PI (Plt. Ka Bappeda Riau), FY (Sekdis PUPR), serta jajaran penguasa wilayah (Kepala UPT I hingga VI Dinas PUPR Riau).
Dari pihak swasta adalah HS, FK, dan pihak terkait lainnya.
Pemeriksaan maraton ini mengirimkan pesan kuat bahwa KPK sedang membongkar habis tata kelola anggaran proyek di Dinas PUPR-PKPP Riau yang diduga menjadi "bancakan" para elite.
Penahanan para tersangka sejak akhir 2025 lalu menjadi sinyal bahwa bukti-bukti yang dikantongi penyidik sudah sangat telak.
Publik kini menunggu, apakah pemeriksaan besar-besaran terhadap Pj Gubernur dan belasan pejabat ini akan memunculkan nama tersangka baru atau mengungkap aliran dana yang lebih besar ke jantung pemerintahan Riau. (bgn/rac)