Jadi Role Model Asia Tenggara, Pulau Bengkalis Dipilih ASEAN-UK GTF untuk Proyek Percontohan Berbasis Alam
BAGYNEWS.COM - Pulau Bengkalis terpilih menjadi lokasi studi kasus internasional dalam rangkaian kegiatan “Pilot Project Visit Field for ASEAN” yang diselenggarakan oleh ASEAN-UK Green Transition Fund (GTF) pada 9–13 Februari 2026.
Program unggulan Britania Raya ini bertujuan untuk mengakselerasi transisi kawasan ASEAN menuju ekonomi bersih dan ketahanan iklim melalui pengumpulan informasi praktik terbaik Solusi Berbasis Alam (Nature-based Solutions/NbS).
Keberhasilan Teluk Pambang Menekan Degradasi Mangrove
Pemilihan Desa Teluk Pambang di Pulau Bengkalis bukan tanpa alasan. Melalui pendampingan dari Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN), desa ini mencatatkan prestasi gemilang dalam konservasi mangrove.
Data menunjukkan laju degradasi mangrove di wilayah ini berhasil ditekan hingga 96%, dari yang semula mencapai 27 hektare per tahun (periode 2016–2021) menjadi hanya 1 hektare per tahun (periode 2022–2024).
Sekretaris Camat Bantan, Rizki Subagia Efendi, menyatakan kebanggaannya atas perhatian dunia terhadap kerja keras masyarakat lokal. “Ini adalah buah sinergi antara Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Teluk Pambang, YKAN, dan pemerintah. Kami berkomitmen terus mendukung pengelolaan ini agar tetap berkelanjutan,” ujarnya.
Kunjungan yang difasilitasi oleh The SCeNe Coalition—konsorsium lembaga non-pemerintah termasuk The Nature Conservancy (TNC) dan Wahana Riset Indonesia (WRI)—ini menerapkan pendekatan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion).
Dalam pengumpulan data sosial dan ekologi, kelompok perempuan, penyandang disabilitas, hingga kelompok minoritas seperti Suku Akit dilibatkan secara aktif sebagai narasumber.
“Menjaga mangrove adalah tentang keadilan sosial. Setiap suara, termasuk kelompok terpinggirkan, harus didengar dan dilibatkan karena mereka adalah bagian dari pemulihan alam,” tegas Mariski Nirwan, Manajer Senior Ketahanan Pesisir YKAN.
Selain pengumpulan data, koalisi yang didampingi oleh Nanyang Technological University (NTU) ini juga memberikan pelatihan "Capacity Training Carbon Project".
Mila Rizqiani, NbS Financing Research Lead dari WRI, menambahkan bahwa prinsip GEDSI dan transparansi pendanaan harus diterapkan sejak tahap perencanaan. Hal ini bertujuan agar manfaat ekonomi dari penyerapan karbon dan perlindungan pesisir dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga.
Melalui penguatan kapasitas ini, masyarakat Desa Teluk Pambang diharapkan tidak hanya menjadi objek konservasi, tetapi tampil sebagai pemimpin utama dalam pengelolaan ekosistem mangrove yang berdampak pada pasar karbon global.(bgn/, diskominfotik)