Internasional / Senin, 02 Maret 2026 22:39 WIB

Serangan Drone Iran Lumpuhkan Kilang Minyak Terbesar di Timur Tengah

BAGYNEWS.COM - Kilang Ras Tanura milik perusahaan migas negara Saudi Arabia, Aramco, ditutup setelah terkena serangan drone pada Senin 2 Maret 2026

Insiden ini menjadi eskalasi pada hari ketiga serangan di kawasan Timur Tengah yang dilancarkan Tehran sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran.

Kilang Ras Tanura, yang terletak di pesisir Teluk Saudi, menjadi salah satu kilang terbesar di Timur Tengah dengan kapasitas 550.000 barrel per day (bph) dan berfungsi sebagai terminal ekspor utama minyak mentah Saudi.

Sumber tersebut menambahkan, penutupan kilang dilakukan sebagai langkah antisipasi dan situasi kini terkendali. Dua drone berhasil dicegat di fasilitas tersebut, dengan puing-puing menimbulkan kebakaran terbatas, kata juru bicara Kementerian Pertahanan Saudi melalui televisi Al Arabiya, tanpa menimbulkan korban jiwa.

Penutupan kilang ini diperkirakan menambah kekhawatiran pasokan minyak, mengingat lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz, yang mengalirkan sekitar seperlima konsumsi minyak global, hampir terhenti setelah serangan terhadap kapal di sekitarnya pada Minggu 1 Maret 2026. Harga kontrak berjangka Brent crude melonjak sekitar 10% pada Senin.

"Serangan terhadap kilang Ras Tanura Saudi menandai eskalasi signifikan, dengan infrastruktur energi Teluk kini menjadi sasaran langsung Iran," kata Torbjorn Soltvedt, Analis Timur Tengah di firma intelijen risiko Verisk Maplecroft seperti dilansir dari Reuters.

Serangan ini kemungkinan juga akan mendorong Saudi Arabia dan negara Teluk tetangga untuk semakin dekat dengan operasi militer AS dan Israel terhadap Iran. Aramco belum memberikan tanggapan atas permintaan komentar melalui email.

Gelombang serangan di kawasan itu juga menimpa Abu Dhabi, Dubai, Doha, Manama, dan pelabuhan komersial Duqm di Oman. Sebagian besar produksi minyak di wilayah Kurdistan Irak, yang mengekspor sekitar 200.000 bph ke Turki pada Februari 2026, ditutup sementara sebagai langkah antisipasi, kata operator lapangan.

Fasilitas energi Saudi yang sangat terlindungi sebelumnya pernah menjadi sasaran, paling menonjol pada September 2019 ketika serangan drone dan rudal terhadap kilang Abqaiq dan Khurais mematikan sementara lebih dari setengah produksi minyak mentah kerajaan dan mengguncang pasar global.

Harga minyak naik tajam mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan karena konflik Iran dan Israel meningkat di Timur Tengah. Kilang Ras Tanura sebelumnya juga pernah diserang oleh Houthi yang berafiliasi dengan Iran pada 2021, yang disebut Riyadh sebagai serangan gagal terhadap keamanan energi global. ()

sumber: beritasatu.com

Internasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex