Kuantan Singingi / Rabu, 04 Maret 2026 07:39 WIB

Kecewa Akses Jembatan Dibuka Paksa, Bupati Suhardiman Ancam Batalkan Proyek Rp9 Miliar di Sentajo Raya

BAGYNEWS.COM - Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, bereaksi keras terhadap tindakan sejumlah warga yang membuka kembali portal akses Jembatan Sungai Lintang di Kecamatan Sentajo Raya. 

Akibat insiden ini, Bupati mengancam akan membatalkan rencana pembangunan jembatan permanen yang telah dianggarkan lebih dari Rp9 miliar.

​Pernyataan tegas tersebut disampaikan Bupati pada Selasa 3 Maret 2026 malam, menyikapi pengabaian instruksi keselamatan oleh oknum masyarakat.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan, Satlantas Polres Kuansing, dan Dinas PUPR telah menutup akses tersebut karena kondisi jembatan yang kritis dan rawan ambruk.

​Bupati menegaskan penutupan jembatan merupakan langkah preventif berdasarkan kajian teknis untuk menghindari jatuhnya korban jiwa.

​“Kami tidak ingin masyarakat tertimpa musibah karena memaksakan melintasi jembatan yang sudah tidak layak. Penutupan sementara ini adalah prosedur wajib sebelum pembangunan jembatan permanen dimulai,” tegas Suhardiman.

​Namun, ia menyayangkan sikap abai sebagian warga yang justru merusak sistem pengamanan jalan tersebut. Menurutnya, jika imbauan keselamatan tidak diindahkan, pemerintah tidak akan memaksakan pembangunan di lokasi tersebut.

​Suhardiman Amby tidak main-main dengan opsi pembatalan proyek. Ia menyebut anggaran jumbo tersebut lebih bermanfaat jika dialihkan ke daerah lain yang lebih membutuhkan dan kooperatif terhadap aturan pemerintah.

​"Kalau masyarakat tidak mau diatur demi keselamatan bersama, pembangunan jembatan ini bisa saja kita batalkan tahun ini. Lebih baik anggarannya dialihkan ke kecamatan lain yang lebih menghargai upaya pemerintah," ujarnya ketus.

​Sebagai alternatif ekstrem, Bupati juga mempertimbangkan untuk menyerahkan sepenuhnya kewenangan jalan dan jembatan tersebut kepada Pemerintah Desa Pulau Komang atau Desa Muaro Sentajo.

​Dalam kesempatan yang sama, Bupati memberikan instruksi khusus kepada Camat Sentajo Raya agar lebih proaktif turun ke lapangan. Ia meminta camat memperkuat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memberikan pemahaman kepada warga.

​“Tingkatkan komunikasi dengan masyarakat. Jelaskan situasi sebenarnya agar tidak berkembang opini negatif seolah pemerintah tidak peduli,” tambahnya.

​Bupati meluruskan bahwa tudingan pemerintah membiarkan kerusakan jembatan adalah keliru. Ia menegaskan anggaran sudah disiapkan dan proses tender segera dilaksanakan. Pemasangan portal sebelumnya justru bertujuan untuk membatasi kendaraan bertonase berat agar kerusakan tidak semakin parah.

​"Intinya, aturan ini dibuat untuk keselamatan. Jika memang sulit diatur, ya sudah, kita alihkan saja anggarannya ke daerah yang lebih mendesak," pungkasnya. (bgn/rls)

Kuantan Singingi

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex