Internasional / Kamis, 05 Maret 2026 19:27 WIB

Tolak Tawaran Mediator Indonesia, Dubes Iran: Tidak Ada Negosiasi, Selesaikan di Lapangan Perang

BAGYNEWS.COM - Pemerintah Iran secara tegas menutup pintu negosiasi dengan pihak-pihak yang dianggap sebagai musuh di tengah eskalasi konflik yang kian membara di Timur Tengah. 

Pernyataan ini sekaligus merespons tawaran Pemerintah Indonesia yang berniat menjadi mediator perdamaian.

​Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohamad Boroujerdi, menegaskan bahwa Teheran tidak lagi menaruh kepercayaan pada proses diplomasi dalam kondisi saat ini. Ia menilai pengalaman pahit dari perundingan sebelumnya menjadi alasan utama sikap keras Iran.

​“Berkaitan dengan usulan dari pemerintah Indonesia sudah disampaikan. Kami tidak ada negosiasi dalam bentuk apa pun dengan kaum musuh karena kami sudah tidak percaya,” ujar Boroujerdi di kediamannya di Jakarta Pusat, Kamis 5 Maret 2026

​Boroujerdi mengungkapkan bahwa Iran merasa dikhianati oleh proses negosiasi masa lalu. Menurutnya, Iran telah tiga kali mencoba menempuh jalur dialog, namun justru mendapatkan serangan militer di saat proses tersebut berlangsung.

​“Dikarenakan kami telah tiga kali melakukan negosiasi, dilakukan di tengah atau di ujung negosiasi negara kami telah diserang,” tuturnya.

​Atas dasar itu, Iran memilih untuk tidak lagi menggunakan meja perundingan dan lebih fokus pada kekuatan militer. “Kali ini kami akan membereskan pihak musuh di lapangan perang,” tegas Dubes Boroujerdi.

​Sikap tegas Iran ini merupakan jawaban atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto sebelumnya yang menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif mendorong perdamaian. Prabowo menawarkan Indonesia sebagai mediator antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel di bawah prinsip politik luar negeri bebas aktif.

​Presiden Prabowo menilai konflik berkepanjangan ini dapat memicu ketidakstabilan global, terutama pada sektor keamanan energi dan jalur perdagangan dunia. Pemerintah Indonesia tetap memandang jalur dialog sebagai langkah terbaik untuk mencegah eskalasi perang total (all-out war).

​Ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya sejak akhir Februari 2026. Serangan udara masif yang diluncurkan AS dan Israel ke sejumlah target di Iran dilaporkan telah menewaskan lebih dari 1.000 orang serta melumpuhkan berbagai infrastruktur strategis.

​Teheran membalas serangan tersebut dengan meluncurkan rudal-rudal ke wilayah Israel serta basis militer AS di kawasan tersebut. Komunitas internasional kini berada dalam kecemasan tinggi, mengingat kawasan konflik merupakan pusat energi dunia yang jika terganggu akan berdampak fatal pada ekonomi global.

​Meski desakan internasional untuk menahan diri terus mengalir, pernyataan terbaru dari Teheran mengindikasikan bahwa jalur diplomasi saat ini sedang berada di titik nadir. ()

sumber: beritasatu.com

Internasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex