Siak / Selasa, 17 Maret 2026 17:25 WIB

Layanan Poliklinik RSUD Tengku Rafian Siak Lumpuh, Dokter Spesialis Mogok Kerja

BAGYNEWS.COM - Pelayanan rawat jalan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tengku Rafian Siak mengalami lumpuh total terhitung mulai Selasa 17 Maret 2026

Puluhan dokter spesialis berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) memutuskan menghentikan layanan poliklinik sebagai bentuk protes atas belum dibayarkannya tunjangan kelangkaan profesi selama enam bulan terakhir.

​Tunjangan sebesar Rp30 juta per bulan tersebut dikabarkan belum diterima para dokter terhitung sejak September 2025 hingga Februari 2026.

​Langkah penghentian layanan ini mulai disosialisasikan kepada pasien sejak Senin 16 Maret 2026 malam melalui pengumuman resmi di area rumah sakit dan media sosial. 

Dalam pengumuman tersebut, disebutkan bahwa seluruh poliklinik rawat jalan ditutup sementara, kecuali Poliklinik Obstetri dan Ginekologi (Obgyn).

​Setidaknya terdapat 12 layanan spesialis yang terdampak, antara lain: ​Poli Penyakit Dalam, Anak, Bedah, dan Saraf. ​Poli Jiwa, Kulit, Mata, THT, dan Gigi.​Poli Orthopedi, Rehabilitasi Medik, serta Patologi Anatomi.

​Aksi mogok ini merupakan puncak kekecewaan para dokter setelah upaya audiensi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak pada Senin 16 Maret 2026 tidak membuahkan hasil. Pertemuan tersebut dilaporkan tidak dihadiri oleh Bupati Siak, Afni Z, maupun Plt Kepala Dinas Kesehatan (DKP2KB), dr. Handry.

​Upaya lanjutan di rumah dinas bupati pada sore harinya pun gagal mencapai kesepakatan karena ketidakhadiran kepala daerah. Merasa hak mereka diabaikan, para dokter spesialis sepakat menutup pendaftaran pasien hingga tuntutan mereka dipenuhi.

​"Jangan ada diskriminasi. Mohon segera hak kami dikeluarkan sesuai kompetensi yang kami miliki. Hormat kami, ASN dokter spesialis Kabupaten Siak," bunyi pernyataan sikap resmi para dokter.

​Menanggapi lumpuhnya layanan kesehatan ini, Plt Kepala DKP2KB Siak, dr. Handry, menyatakan bahwa pemerintah daerah memahami aspirasi para sejawatnya. Namun, ia menyebut kondisi finansial daerah menjadi kendala utama.

​"Kami memahami aspirasi para dokter spesialis. Namun perlu dipahami bahwa penyesuaian Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ini terjadi karena kondisi keuangan daerah Kabupaten Siak yang saat ini sedang mengalami tekanan," jelas dr. Handry.

​Penutupan layanan di RSUD rujukan ini berdampak langsung pada ratusan masyarakat yang hendak berobat. Informasi mengenai lumpuhnya RSUD Tengku Rafian kini telah menyebar luas dan memicu kekhawatiran warga akan akses kesehatan di Kabupaten Siak.

​Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan layanan poliklinik akan kembali dibuka, sementara pihak rumah sakit masih menunggu instruksi lebih lanjut dari pemerintah daerah. (bgn/ckp)

Siak

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex