Dikebut 40 Hari, Dandim 0302/Inhu-Kuansing Targetkan Jembatan Garuda Sukaraja Segera Fungsional
BAGYNEWS.COM - Komitmen TNI dalam mengakselerasi infrastruktur pedesaan di Kuantan Singingi memasuki babak baru. Komandan Kodim 0302/Inhu–Kuansing, Letkol Arh Bangun Bara Kurniawan Prabowo, menegaskan, pembangunan Jembatan Garuda di Dusun 3 Desa Sukaraja akan digesa agar rampung dalam waktu 35 hingga 40 hari kerja.
Jembatan gantung sepanjang 53 meter dengan lebar 1,5 meter ini dikerjakan secara gotong royong oleh personel TNI bersama masyarakat setempat. Langkah cepat diambil dengan pendistribusian material yang kini telah tersentralisasi di lokasi pembangunan.
“Pekerjaan sudah mulai berjalan dan material telah kami tumpuk di titik lokasi. Anggota di lapangan bersama warga bergerak cepat agar jembatan ini segera bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” tegas Dandim, Jumat 27 Maret 2026
Bagi TNI, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan solusi atas kendala mobilitas yang selama ini dihadapi warga. Dandim menekankan bahwa jembatan ini memiliki peran strategis dalam memangkas jarak tempuh antar-desa di Kecamatan Logas Tanah Darat.
“Fokus utama kami adalah mempermudah akses bagi anak-anak sekolah dan aktivitas para petani. Jika jembatan ini terhubung, efisiensi waktu dan keamanan perjalanan warga akan jauh lebih terjamin,” tambahnya.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Desa Sukaraja, Jajang, menjelaskan bahwa jembatan gantung ini akan menjadi jalur penyelamat (alternatif) saat akses utama menuju Hulu Teso terendam banjir. Meskipun hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua, keberadaannya dinilai sangat vital bagi konektivitas warga.
Wakil Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi TNI di lapangan. Menurutnya, kecepatan gerak personel Kodim 0302 adalah bukti nyata bahwa TNI senantiasa hadir sebagai pemberi solusi bagi rakyat.
Di sisi lain, aspek akuntabilitas pembangunan juga menjadi perhatian serius. Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuantan Singingi, M. Harun Sunadi, SE, SH, MH, menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal jalannya proyek ini dari sisi legalitas.
“Kami bersinergi untuk memastikan pembangunan jembatan ini berjalan sesuai koridor hukum yang berlaku, tepat sasaran, serta akuntabel secara administrasi,” tutup Kajari. (bgn/rls)