Ikuti GPS, Ratusan Pemudik Malah Berujung di Tengah Sawah
BAGYNEWS.COM - Sebuah pemandangan tak lazim menjadi viral di media sosial saat ratusan mobil pemudik terjebak di area persawahan Kelurahan Tamanmartani, Kecamatan Kalasan, Kabupaten Sleman, DIY.
Antrean kendaraan yang mengular di jalur sempit ini memicu perhatian luas, menonjolkan risiko ketergantungan berlebih pada aplikasi navigasi saat arus mudik dan balik Lebaran.
Jalan perkampungan yang biasanya tenang seketika berubah menjadi padat. Kendaraan-kendaraan plat luar daerah tersebut tampak nekat melintasi jalan setapak di tengah sawah yang sebenarnya tidak dirancang untuk menampung lalu lintas kendaraan roda empat dalam volume besar.
Insiden ini diduga kuat bermula saat para pengemudi mencoba menghindari kemacetan di jalur utama dengan mengikuti arahan aplikasi navigasi. Namun, alih-alih sampai lebih cepat, aplikasi justru mengarahkan mereka ke rute alternatif yang secara teknis tidak layak dilalui kendaraan pemudik yang bermuatan penuh.
“Jalannya kecil, hanya muat satu mobil. Kalau ada yang berpapasan, semuanya terkunci. Warga sekitar pun sempat heran melihat barisan lampu mobil yang memanjang di tengah sawah saat malam hari,” ujar salah seorang warga setempat di media sosial.
Kejadian di Kalasan ini menjadi pengingat krusial bagi para pemudik untuk tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi tanpa mempertimbangkan kondisi geografis lapangan. Penggunaan fitur "jalur alternatif" pada aplikasi sering kali mengabaikan lebar jalan dan kelayakan infrastruktur desa.
Pihak berwenang setempat mengimbau para pemudik untuk:
Tetap di Jalur Utama: Terutama jika tidak menguasai medan wilayah setempat. ()
sumber: beritasatu.com