Saat Sidak, Bupati Anton Temukan UGD Puskesmas Rokan IV Koto II Tertutup Saat Jam Kerja
BAGYNEWS.COM - Di tengah padatnya agenda pemerintahan, Bupati Rokan Hulu, Anton, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Rokan IV Koto II pada Senin 30 Maret 2026. Sidak ini dilakukan guna memastikan kesiapan dan kualitas pelayanan kesehatan primer bagi masyarakat di lapangan.
Namun, dalam kunjungan tersebut, Bupati Anton mendapati temuan yang mengecewakan. Ruang Unit Gawat Darurat (UGD) puskesmas tersebut ditemukan dalam kondisi tertutup rapat, meski masih dalam jam operasional resmi. Padahal, pada pintu masuk fasilitas tersebut tertera instruksi jelas bahwa layanan UGD wajib siaga 24 jam.
Kekecewaan Bupati Anton pun langsung menjadi sorotan publik setelah ia mengunggah temuan tersebut melalui akun Facebook pribadinya, “Bang Anton”. Unggahan itu pun segera dibanjiri ribuan tanda suka dan ratusan komentar dari warga yang menyuarakan keprihatinan serupa terhadap kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Bupati menegaskan bahwa puskesmas adalah garda terdepan dalam sistem kesehatan masyarakat yang tidak boleh lengah sedikit pun, terutama dalam situasi darurat.
"Puskesmas adalah wajah pelayanan pemerintah di sektor kesehatan. Kehadirannya harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Menutup akses UGD di saat masyarakat membutuhkan adalah bentuk pengabaian tanggung jawab moral," tegas Bupati Anton.
Melalui sidak ini, Anton juga mengingatkan seluruh tenaga kesehatan (nakes) di Rokan Hulu untuk senantiasa menjaga profesionalisme. Ia menekankan empat poin utama dalam melayani pasien: keramahan, kecepatan, ketepatan, dan tanggung jawab.
"Saya minta seluruh petugas medis melayani dengan hati dan penuh kepedulian. Jangan ada diskriminasi, semua warga memiliki hak yang sama untuk mendapatkan penanganan medis yang cepat dan humanis," tambahnya.
Kejadian di Rokan IV Koto II ini menjadi "lampu kuning" bagi seluruh fasilitas kesehatan di Kabupaten Rokan Hulu. Pemerintah daerah diharapkan segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap manajemen puskesmas-puskesmas di wilayah tersebut guna memastikan insiden serupa tidak terulang kembali, terutama yang berkaitan langsung dengan keselamatan nyawa manusia. (bgn/RS)