Nelayan Inhil Tewas Diterkam Buaya Saat Cari Pucuk Nipah, Warga Saksikan Detik-Detik Korban di Mulut Predator
BAGYNEWS.COM - Tragedi memilukan menimpa seorang nelayan di Desa Kuala Patah Parang, Kecamatan Sungai Batang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Riau. Korban bernama Ipul (35), warga setempat, dilaporkan tewas mengenaskan setelah diterkam buaya saat sedang beraktivitas di perairan sungai, Rabu 1 April 2026.
Insiden nahas tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Saat itu, korban yang merupakan warga RT 10 RW 05 Desa Kuala Patah Parang sedang menyusuri sungai menggunakan sampan untuk mencari pucuk nipah.
Tanpa diduga, seekor buaya berukuran sangat besar muncul secara tiba-tiba dan langsung menyerang korban yang sedang berada di atas sampannya.
Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menyaksikan langsung detik-detik mencekam serangan predator tersebut. Ia menggambarkan buaya yang menyerang Ipul berukuran luar biasa besar.
“Saya sempat melihat kejadian itu dengan mata kepala sendiri. Buayanya besar sekali. Korban waktu itu sudah berada di mulut buaya, itu sangat mengerikan,” ujarnya dengan nada bergetar, Kamis 2 April 2026.
Kabar serangan buaya ini langsung menyebar cepat. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan suasana mencekam pencarian yang dilakukan warga pada sore hari. Di lokasi kejadian, warga hanya menemukan baju dan topi milik korban yang mengapung di air, sementara jasad Ipul belum ditemukan.
Upaya pencarian sempat dihentikan sementara pada sore hari akibat kondisi air sungai yang surut total. Warga kemudian melanjutkan pencarian setelah air kembali pasang dengan menyisir sejumlah titik di sepanjang aliran sungai hingga larut malam.
Setelah pencarian melelahkan, upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada Kamis dini hari, 2 April 2026, sekitar pukul 01.00 WIB, jenazah Ipul berhasil ditemukan dalam kondisi sudah meninggal dunia tidak jauh dari lokasi awal penerkaman.
Jenazah korban langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga dan disemayamkan. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat setempat.
Warga Desa Kuala Patah Parang dan sekitarnya kini diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra saat beraktivitas di sekitar perairan, mengingat sungai tersebut dikenal sebagai habitat alami buaya liar yang agresif. (bgn/ctr)