Waspada! Hotspot di Riau Melonjak ke Angka 285 Titik, Bengkalis Jadi Wilayah Paling Rawan
BAGYNEWS.COM - Kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Berdasarkan pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), jumlah titik panas (hotspot) di Riau melonjak signifikan hingga menyentuh angka 285 titik pada Kamis 2 April 2026.
Angka ini menempatkan Riau sebagai wilayah dengan konsentrasi hotspot tertinggi di Pulau Sumatera, menyumbang mayoritas dari total 346 titik yang terdeteksi di seluruh pulau.
Lonjakan tajam terjadi di wilayah pesisir, dengan sebaran sebagai berikut:
Kabupaten Bengkalis 193 titik (Tertinggi), Pelalawan:l 74 titik, Kota Dumai: 7 titik, Rokan Hilir 5 titik,
Kabupaten Siak 4 titik, dan Kuantan Singingi 2 titik
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, menjelaskan bahwa kondisi cuaca Riau saat ini didominasi cerah berawan yang memicu kondisi lahan menjadi kering.
"Pagi hingga sore hari diprakirakan cerah berawan tanpa potensi hujan di seluruh wilayah Riau. Suhu udara maksimal mencapai 33°C dengan kelembapan tinggi, yang membuat cuaca terasa sangat terik," ujar Elisa.
Meski demikian, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan baru akan turun secara tidak merata pada dini hari di beberapa wilayah seperti Siak, Bengkalis, Rokan Hulu, Kampar, hingga Pekanbaru.
BMKG mencatat pergerakan angin bertiup dari Timur hingga Barat dengan kecepatan 10–30 km/jam. Meski tinggi gelombang di perairan Riau tergolong rendah (0,5–1,25 meter), risiko di daratan justru meningkat tajam.
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar, mengingat minimnya curah hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah daerah dan tim satgas karhutla diharapkan meningkatkan patroli, terutama di titik-titik merah seperti Bengkalis dan Pelalawan. (bgn/rac)