Internasional / Senin, 06 April 2026 10:37 WIB

Trump Lecehkan Nama Allah Dalam Cuitan Terbaru Mengancam Iran

BAGYNEWS.COM - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memasuki fase kritis. Presiden AS, Donald Trump, melalui unggahan terbaru di media sosial Truth Social, Minggu 5 April 2026, mengeluarkan ancaman keras terhadap infrastruktur energi dan transportasi Iran jika negara tersebut tidak segera membuka Selat Hormuz.

​Ancaman ini muncul sebagai reaksi atas kegagalan kesepakatan gencatan senjata dan insiden jatuhnya sejumlah alutsista udara milik Amerika Serikat di wilayah tersebut.

​Dalam pernyataannya, Trump memberikan ultimatum 48 jam bagi Iran untuk membuka jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz. Ia menegaskan kesiapan AS untuk melakukan serangan udara besar-besaran yang menargetkan sektor vital.

​“Selasa akan menjadi hari penyerangan pembangkit listrik dan jembatan di Iran. Belum pernah ada serangan seperti ini. Buka selatnya atau Anda akan menghadapi konsekuensi berat,” tulis Trump dalam unggahannya yang juga memicu kontroversi karena menggunakan diksi yang dinilai melecehkan nilai-nilai religius.

​Eskalasi ini dipicu oleh aktivitas militer intens di kawasan Teluk. Pihak Pentagon telah mengonfirmasi jatuhnya satu unit jet tempur F-15E akibat pertahanan udara Iran. Namun, Teheran mengeklaim kerugian di pihak AS jauh lebih besar dengan merilis bukti foto yang diduga merupakan:
​1 Unit A-10 Warthog
​2 Helikopter Black Hawk
​2 Pesawat Angkut C-130 Hercules

​Pemerintah Iran secara konsisten menolak usulan gencatan senjata jangka pendek yang ditawarkan Washington. Teheran menegaskan hanya akan menerima pengakhiran perang secara permanen dengan jaminan keamanan internasional yang kuat bahwa AS tidak akan melakukan serangan di masa depan.

​Penggunaan istilah religius yang disisipkan dalam umpatan kemarahan oleh Presiden Trump memicu gelombang kecaman dari berbagai pihak, terutama komunitas Muslim dunia. Tindakan tersebut dinilai provokatif dan tidak menghormati kesucian nama Tuhan, yang dalam ajaran Islam dilarang keras digunakan untuk menghina atau menyumpahi orang lain.
​Pengamat geo-politik mengkhawatirkan retorika "perang urat syaraf" ini dapat memicu konflik terbuka yang lebih luas jika jalur diplomasi tidak segera diaktifkan kembali sebelum batas waktu ultimatum berakhir. ()

sumber: gelora.co

Internasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex