Hukum / Kamis, 09 April 2026 10:49 WIB

Diduga Cabuli Dua Putri Kandung, Pria Paruh Baya di Rokan Hulu Babak Belur Dihajar Massa

BAGYNEWS.COM - Seorang pria paruh baya berinisial WI, atau yang akrab disapa Wak Ireng, menjadi sasaran amuk massa di Desa Sungai Kuti (SP 1), Kecamatan Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu, Rabu 8 April 2026 malam. 

Aksi main hakim sendiri ini dipicu oleh dugaan tindakan asusila yang dilakukan pelaku terhadap dua putri kandungnya yang masih di bawah umur.

​Pelaku yang sempat melarikan diri selama tiga hari akhirnya tertangkap di area Simpang PT SAM sekitar pukul 21.00 WIB. Warga yang emosi sempat menghujani pelaku dengan pukulan hingga mengalami luka serius sebelum akhirnya dievakuasi oleh pihak kepolisian.

​Kasus memilukan ini terungkap setelah putri sulung pelaku yang berusia 16 tahun nekat melarikan diri dari rumah untuk mencari perlindungan di kediaman kakaknya. Remaja tersebut mengaku sudah tidak sanggup memendam penderitaan akibat perbuatan bejat sang ayah.

​Berdasarkan keterangan warga setempat, Evi, korban mengaku telah dilecehkan selama setahun terakhir.

​"Korban bercerita dia dipaksa melayani nafsu ayahnya hingga tiga kali dalam seminggu. Dia bungkam selama ini karena terus diancam oleh pelaku," ungkap Evi, Kamis 9 April 2026 pagi.

​Lebih tragis lagi, perlakuan tersebut diduga tidak hanya menyasar putri sulung, tetapi juga adiknya yang masih berusia 5 tahun. Korban sempat mengadu kepada sang ibu, namun laporannya tidak dipercayai, hingga akhirnya ia memilih kabur.

​Sebelum tertangkap, WI sempat berupaya mengelabui warga dengan menyamar sebagai pencari brondolan sawit. Ia bahkan sempat singgah di rumah warga untuk meminta makan dan menumpang kendaraan guna berpindah-pindah tempat persembunyian.

​"Rabu sore dia sempat mampir ke rumah saya, minta dibuatkan mi instan. Saya tidak curiga karena dia tampak tenang. Setelah itu, dia minta diantar ke arah Simpang PT SAM," tutur Evi.

​Nahas bagi pelaku, saat sedang berteduh di salah satu rumah warga di area Simpang PT SAM, identitasnya dikenali. 

Kabar penangkapan tersebut menyebar cepat hingga memancing massa dalam jumlah besar ke lokasi.

​Aparat dari Polsek Kunto Darussalam segera turun ke lokasi untuk mengamankan pelaku dari amukan massa yang lebih anarkis. Saat ini, WI telah digelandang ke Mapolsek untuk menjalani pemeriksaan intensif.

​Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait pasal yang akan disangkakan, mengingat korbannya adalah anak di bawah umur yang masuk dalam perlindungan undang-undang. Selain proses hukum bagi pelaku, fokus utama saat ini juga diarahkan pada pendampingan psikologis (trauma healing) bagi kedua korban yang mengalami trauma mendalam. (bgn/ctr)

Hukum

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex