Hapus Sekat Protokoler, Kesederhanaan Agenda IWAKUSI Tanjungpinang Tuai Pujian
BAGYNEWS.COM - Pola kegiatan yang diusung Ikatan Warga Kuantan Singingi (IWAKUSI) Tanjungpinang-Bintan dinilai layak menjadi role model bagi organisasi paguyuban lainnya.
Apresiasi ini salah satunya datang dari pengurus IKKS Pekanbaru, Arman Lingga Wisnu, yang terkesan dengan suasana kekeluargaan dalam agenda silaturahmi tersebut, Kamis 9 April 2026.
Menurut Arman, meski acara dilaksanakan secara bersahaja di mushala atau surau, makna kebersamaan yang tercipta justru jauh lebih kuat dibandingkan acara formal di hotel berbintang.
“Pengurus IKKS di Riau maupun daerah lain perlu belajar dari IWAKUSI Tanjungpinang. Kesederhanaan tidak mengurangi esensi, justru mempererat ikatan emosional antarwarga,” ungkap Arman.
Pemandangan unik terlihat saat dua pemimpin daerah, Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah dan Bupati Kuansing Suhardiman Amby, duduk bersila di tengah masyarakat Kampung Taluk, Tanjungpinang. Tidak ada protokoler kaku maupun jarak yang membatasi.
Masyarakat memanfaatkan momen hangat ini untuk berdialog santai dan menyampaikan aspirasi langsung kepada kedua kepala daerah.
Di sisi lain, kedua pemimpin tersebut tampak menikmati suasana, sembari mencicipi aneka penganan khas kampung halaman seperti puluik kucuang dan lopek yang disiapkan secara gotong royong oleh para mondek-mondek (ibu-ibu) Kuansing di perantauan.
Keberhasilan acara ini tidak lepas dari tangan dingin Ketua Umum IWAKUSI, H. Huzaifah Dadang, bersama Maswito (Sahabat Jang Itam), serta jajaran pengurus lainnya seperti Idrus Jas, Arifin, hingga Zulkhairi..
Salah satu momen ikonik dalam kegiatan tersebut adalah saat Arnida Warnis bersama rombongan mondek-mondek mengalungkan Batik Mustika Basrah kepada Bupati, Sekda Kuansing, dan Wali Kota Tanjungpinang.
Menariknya, batik khas Kuantan Singingi tersebut merupakan hasil produksi lokal di Tanjungpinang yang sebelumnya juga telah diperkenalkan kepada Gubernur Kepri, Ansar Ahmad.
Kesederhanaan yang ditampilkan IWAKUSI Tanjungpinang membuktikan bahwa kedekatan dengan masyarakat tidak harus dibangun melalui kemewahan.
Melalui suasana yang terbuka dan penuh kekeluargaan, nilai-nilai luhur kebersamaan justru terasa lebih nyata dan menyentuh semua lapisan warga perantauan.(bgn/)