Sistem Limbah Tak Standar, Operasional Dapur Gizi di Marpoyan Damai Dihentikan Sementara
BAGYNEWS.COM -; Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru.
Keputusan ini diambil setelah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di lokasi tersebut dinilai tidak memenuhi standar lingkungan.
Koordinator BGN Provinsi Riau, Achmad Wardana, menjelaskan bahwa penghentian ini merupakan tindak lanjut dari laporan masyarakat yang dikuatkan dengan hasil pengecekan langsung di lapangan.
"Operasional dapur SPPG kami hentikan sementara. Berdasarkan pemeriksaan, sistem IPAL yang ada belum sesuai standar teknis yang ditetapkan," ujar Wardana, Minggu 26 April 2026
Dari hasil peninjauan tim teknis, limbah cair yang dihasilkan dari aktivitas dapur skala besar tersebut berpotensi mencemari lingkungan sekitar jika sistem pengolahannya tidak segera dibenahi.
BGN telah melayangkan surat resmi penghentian operasional sementara. Pihak pengelola SPPG diminta untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan total terhadap sistem sanitasi dan pengolahan limbah mereka.
"Kami instruksikan pengelola untuk fokus pada perbaikan IPAL. Jika nantinya hasil verifikasi ulang menunjukkan sistem sudah sesuai ketentuan, operasional baru diizinkan kembali," tegasnya.
Wardana menegaskan bahwa penghentian ini merupakan peringatan serius bagi pengelola. BGN tidak akan mentoleransi aktivitas pemenuhan gizi yang justru merusak kualitas lingkungan hidup masyarakat setempat.
"Ini adalah peringatan pertama. Sesuai prosedur, jika pelanggaran serupa terjadi hingga tiga kali, kami tidak segan-segan memberlakukan sanksi permanen atau penutupan total," lanjut Wardana.
Ia menambahkan, pengelolaan limbah menjadi variabel krusial yang dipantau ketat oleh BGN. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa seluruh rangkaian program pemenuhan gizi berjalan selaras dengan prinsip kesehatan lingkungan.
"IPAL adalah fokus utama kami saat ini. Jangan sampai niat baik memberikan pemenuhan gizi justru menimbulkan masalah pencemaran di tengah masyarakat," pungkasnya. ()
| Penulis |
: |
| Editor |
: Bastian |
| Kategori |
: Pekanbaru |