Riau / Senin, 27 April 2026 09:51 WIB

Hadapi Kemarau Panjang, Menteri LH Instruksikan Mitigasi Karhutla Permanen di Wilayah Riau

BAGYNEWS.COM - Kementerian Lingkungan Hidup (LH) RI menegaskan pentingnya antisipasi dini terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) tahun 2026. Hal ini menyusul proyeksi musim kemarau yang diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dan ekstrem, terutama di wilayah rawan seperti Provinsi Riau.

​Menteri LH RI, Hanif Faisol Nurofiq, menyatakan bahwa durasi musim kering yang panjang ditambah fenomena El Niño level lemah hingga moderat menjadi faktor pemicu utama meningkatnya risiko kebakaran. Ia menekankan perlunya mitigasi permanen yang terencana oleh seluruh pihak terkait.

​Berdasarkan data BMKG, musim kemarau tahun ini diproyeksikan mulai melanda sejak April hingga Oktober mendatang. Rentang waktu yang cukup panjang ini menuntut kesiapsiagaan penuh dari seluruh unsur satuan tugas.

​"Kita punya waktu yang cukup panjang untuk menghadapi risiko Karhutla. Adanya fenomena El Niño mengharuskan kita melakukan antisipasi sejak awal. Tidak boleh ada kata terlambat," ujar Menteri Hanif saat memimpin Apel Kesiapsiagaan Karhutla di Dumai, Sabtu 25 April 2026.

​Menteri Hanif merinci sejumlah indikator wilayah yang masuk dalam skala prioritas pengendalian, di antaranya:
​Wilayah dengan ekosistem gambut yang luas, daerah yang mengalami penurunan Tinggi Muka Air Tanah (TMAT), lokasi dengan riwayat kebakaran berulang dan wilayah dengan sebaran titik panas (hotspot) yang padat.

​"Daerah-daerah dengan karakteristik tersebut harus menjadi fokus utama. Strategi pencegahan nasional akan berpusat pada titik-titik krusial ini guna meminimalisir potensi api meluas," tegasnya.

​Sebagai langkah konkret, KLH bersama kementerian dan lembaga terkait mulai melakukan pemantauan langsung ke daerah rawan. Langkah ini merupakan bentuk implementasi dari Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

​Di tingkat daerah, penguatan dilakukan melalui konsolidasi lintas sektor, peningkatan frekuensi patroli, serta penyiagaan personel dan sarana prasarana. Selain itu, pemerintah mendorong perbaikan tata air untuk pembasahan lahan gambut serta pemanfaatan teknologi pemantauan hotspot yang terintegrasi.

​Menteri LH berharap seluruh elemen dapat bergerak lebih sigap, terkoordinasi, dan konsisten dalam menekan potensi kebakaran di lapangan.

​"Upaya ini krusial sebagai mitigasi permanen untuk mencegah terulangnya bencana kabut asap. Fokus utama kita adalah melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan hidup," pungkasnya. ()

Penulis :
Editor : bastian
Kategori : Riau

Riau

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex