Rokan Hulu / Senin, 27 April 2026 12:59 WIB

Hari Otda ke-30 di Rokan Hulu, PJ Sekda: Sinkronisasi Asta Cita dan Digitalisasi Birokrasi Jadi Fokus Utama ​

BAGYNEWS.COM - Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-XXX tahun 2026 di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) bukan sekadar seremoni tahunan. Upacara yang digelar di halaman Kantor Bupati, Senin 27 April 2026, menjadi panggung penegasan arah kebijakan strategis dalam menjawab tantangan pembangunan daerah ke depan.

​Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Rohul, Drs. H. Yusmar, M.Si. Dalam amanatnya, ia menyoroti peran otonomi sebagai instrumen vital untuk mengakselerasi pembangunan berbasis kearifan lokal.

​Yusmar menegaskan bahwa tema “Dengan Otonomi Daerah, Kita Wujudkan Asta Cita” merupakan komitmen nyata untuk mengharmonisasikan program daerah dengan delapan klaster prioritas nasional. Fokus utama tersebut mencakup: ​Kedaulatan pangan, energi, dan air. ​Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan. ​Hilirisasi industri dan pembangunan infrastruktur. ​Ekonomi kerakyatan berbasis desa dan pengentasan kemiskinan.

​“Daerah tidak boleh berjalan sendiri. Sinkronisasi program pusat dan daerah adalah kunci agar pembangunan berjalan efektif, efisien, dan tepat sasaran,” tegas Yusmar.

​Dalam pidato tersebut, Yusmar juga memaparkan sejumlah program konkret yang memerlukan perhatian serius, seperti pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai solusi atas isu lingkungan nasional. Selain itu, ia menyoroti penguatan ekonomi melalui pembentukan Koperasi Desa Merah Putih.

​“Kita juga dituntut fokus pada percepatan rehabilitasi pascabencana serta memperkuat ekonomi berbasis masyarakat desa sebagai fondasi ketahanan ekonomi daerah,” lanjutnya.

​Tak kalah penting, Pj Sekda Rohul menekankan urgensi reformasi birokrasi yang berorientasi pada hasil (outcome-based) melalui digitalisasi terintegrasi.

Menurutnya, Mal Pelayanan Publik (MPP) harus menjadi garda terdepan dalam memudahkan akses masyarakat terhadap layanan pemerintah.

​“Birokrasi masa kini harus lincah, responsif, dan adaptif terhadap teknologi. Pelayanan publik tidak boleh lagi berbelit-belit; digitalisasi adalah jawaban untuk menghadirkan layanan yang transparan,” ujarnya.

​Meski optimis, Yusmar tidak menampik adanya tantangan besar seperti rendahnya kapasitas fiskal daerah dan ketimpangan ekonomi yang tercermin dalam rasio Gini. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah disebutnya sebagai sebuah keharusan.

​“Otonomi daerah harus mampu melahirkan inovasi. Daerah bukan sekadar pelaksana kebijakan, melainkan mitra aktif yang merumuskan solusi sesuai karakteristik lokal. Dari Rokan Hulu, kita bangun Indonesia yang lebih adil dan merata,” pungkasnya.

​Upacara ini dihadiri oleh Ketua DPRD Rohul, unsur Forkopimda, jajaran pimpinan OPD, serta ASN di lingkungan Pemkab Rohul, yang bersama-sama memperkuat komitmen menjadikan otonomi sebagai motor penggerak pembangunan berkelanjutan. ()

Penulis :
Editor : bastian
Kategori : Rokan Hulu

Rokan Hulu

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex