Pekanbaru / Senin, 27 April 2026 15:28 WIB

Minyakita Langka dan Harga Tembus Rp20 Ribu, Pemko Pekanbaru Panggil Distributor Besar

BAGYNEWS.COM - Kelangkaan minyak goreng subsidi, Minyakita, di pasar-pasar Kota Pekanbaru kian mengkhawatirkan. Tak hanya sulit didapat, harganya pun kini melonjak tajam hingga menyentuh angka Rp20.000 per liter, jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp15.700.

​Merespons krisis ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru memanggil sejumlah distributor besar di Komplek Perkantoran Tenayan Raya, Senin 27 April 2026, untuk mengaudit alur distribusi dan ketersediaan stok di wilayah Riau.

​Plh Asisten II Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, mengaku terkejut dengan laporan harga di lapangan. Pertemuan ini digelar untuk melacak mengapa barang yang disubsidi pemerintah justru hilang dari peredaran dan dijual dengan harga tidak wajar.

​"Kami ingin tahu secara pasti penyebab kelangkaan dan lonjakan harga ini. Pemko bersama Satgas Pangan dan Saber Harga Pangan akan segera turun ke lapangan untuk memastikan alokasi di tingkat distributor benar-benar sampai ke masyarakat," tegasnya.

​Dalam rapat tersebut, terungkap fakta adanya penurunan jumlah alokasi dari pihak produsen. Perwakilan PT Wilmar Nabati Indonesia mengakui adanya pengurangan pasokan dari sebelumnya 35.000 dus menjadi hanya 20.000 dus.

​Selain itu, skema penyaluran mengalami perubahan. Wilmar kini mengalokasikan 100 persen produksinya melalui Perum Bulog, yang kemudian diprioritaskan untuk program bantuan pangan periode Februari-Maret serta program Stabilisasi Pasokan Harga Pangan (SPHP).

​"Memang ada proses dalam penyaluran karena bantuan pangan mencakup komoditas lain seperti beras. Namun, kami pastikan ketersediaan secara umum mencukupi, hanya proses distribusinya yang dilakukan bertahap," jelas Wakil Pemimpin Wilayah Bulog Riau Kepri, Ria Sartika.

​Kendala utama yang ditemukan adalah sulitnya melacak data distribusi di luar jalur Bulog. Kabid Distribusi dan Cadangan Pangan Dinas Ketahanan Pangan Pekanbaru, Dinal Husna, menyebutkan bahwa data dari pabrikan ke distributor swasta masih sulit dipantau.

​"Jika melalui Bulog, data penyalurannya jelas dan mudah dilacak. Sementara untuk jalur distributor lain, sejauh ini kami belum mendapatkan data pasti mengenai asal dan tujuan alokasinya. Inilah yang menyebabkan pengawasan harga di pasar menjadi sulit," ungkap Dinal.

​Melihat kondisi Minyakita yang semakin langka dan mahal, Pemko Pekanbaru berkomitmen untuk:
​Melakukan tracing, bekerja sama dengan kepolisian untuk melacak sisa stok di gudang-gudang distributor.
​Operasi pasar dengan mengoptimalkan penyaluran melalui Bulog dengan harga Rp14.500 agar pedagang tetap bisa menjual sesuai HET Rp15.700.
​Sanksi pelanggar dengan nenindak tegas oknum yang sengaja menahan pasokan atau menjual di atas harga aturan.

​Pertemuan ini dihadiri oleh perwakilan dari Perum Bulog Riau Kepri, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), PT Wilmar Nabati Indonesia, dan PT Intibenua Perkasatama (Musim Mas Group). ()

Penulis :
Editor :
Kategori : Pekanbaru

Pekanbaru

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex