Kemnaker Akselerasi Sertifikasi Ahli K3 Batch II, Targetkan Puluhan Ribu Perusahaan Terapkan SMK3
BAGYNEWS.COM - Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat komitmen dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif di Indonesia. Sebagai langkah nyata, Kemnaker kembali menggencarkan pembinaan dan sertifikasi Ahli Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang kini telah memasuki gelombang kedua (batch II) dengan total 2.100 peserta.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menyatakan, program ini bertujuan untuk mengakselerasi peningkatan kompetensi SDM K3 sekaligus mendorong budaya sadar risiko di dunia kerja.
Selain menambah jumlah tenaga ahli tersertifikasi, Kemnaker juga menargetkan percepatan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) secara masif. Menaker mengimbau perusahaan, terutama yang berisiko tinggi atau memiliki lebih dari 100 pekerja, untuk memiliki struktur perlindungan kerja yang baku.
"Setiap perusahaan harus memiliki kebijakan K3, mitigasi risiko, serta perlindungan kerja yang terstruktur. Penerapan SMK3 adalah langkah kunci untuk memperkuat budaya K3 nasional," ujar Yassierli usai membuka Pembinaan dan Sertifikasi Ahli K3 Umum di Kantor Kemnaker, Jakarta, Rabu 29 April 2026.
Yassierli mengungkapkan bahwa saat ini baru sekitar 18 ribu perusahaan yang telah menerapkan SMK3. Ke depan, pemerintah menargetkan angka tersebut meningkat signifikan hingga mencapai puluhan ribu perusahaan melalui skema sertifikasi yang lebih terjangkau.
Untuk mencapai target tersebut, perusahaan diharapkan memahami instrumen penting dalam SMK3, meliputi: Pemetaan risiko dan prosedur darurat, pelatihan rutin bagi pekerja/buruh, mekanisme evaluasi dan perbaikan berkelanjutan.
Guna menekan angka kecelakaan kerja, Kemnaker akan memperkuat penyiapan auditor SMK3 agar proses verifikasi berjalan lebih luas dan efektif. Menaker juga mengajak seluruh elemen, mulai dari ALPK3I, PJK3, Lembaga Audit SMK3, hingga serikat pekerja, untuk berkolaborasi membangun ekosistem K3 yang solid.
“Saya berkomitmen melibatkan serikat pekerja dan serikat buruh sebagai bagian dari ekosistem ini. Penguatan SMK3 bukan hanya soal keselamatan, tetapi juga tentang meningkatkan produktivitas dan daya saing perusahaan di kancah global,” pungkas Yassierli. ()
| Penulis |
: |
| Editor |
: Bastian |
| Kategori |
: Nasional |