Sepatu Sekolah Rakyat Rp 700.000 Per Pasang, Begini Respon KPK
BAGYNEWS.COM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi melakukan kajian terhadap pengadaan sepatu siswa dalam program Sekolah Rakyat (SR) yang menelan anggaran fantastis sebesar Rp27 miliar.
Langkah ini diambil setelah publik menyoroti rencana harga sepatu yang dipatok mencapai Rp700.000 per pasang.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyatakan bahwa kajian ini merupakan bentuk pendampingan sekaligus pencegahan korupsi terhadap program prioritas di era pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
"Sebagai bentuk dukungan pada program Sekolah Rakyat, KPK melalui Direktorat Monitoring saat ini tengah melakukan kajian mendalam," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Senin 4 Mei 2026 malam.
Budi menjelaskan, pengadaan barang dan jasa (PBJ) merupakan salah satu sektor dengan risiko korupsi tertinggi. Melalui kajian ini, KPK berupaya memetakan potensi kecurangan, mulai dari tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Beberapa modus yang diwaspadai KPK antara lain:
Perencanaan yang tidak sesuai kebutuhan di lapangan. Penyalahgunaan sistem e-purchasing dan manipulasi Harga Perkiraan Sendiri (HPS).
Praktik lancung dalam pengaturan pemenang tender.
Berdasarkan data historis KPK (2004–2025), kasus PBJ menduduki peringkat kedua terbesar dengan 446 perkara, hanya terpaut di bawah kasus suap dan gratifikasi yang mencapai 1.100 perkara.
KPK juga menyoroti penurunan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) di Kementerian Sosial (Kemensos). Tercatat, skor SPI Kemensos merosot dari 79,16 (2024) menjadi 75,79 (2025), yang menempatkan instansi tersebut dalam zona "Waspada". Khusus untuk skor pengelolaan PBJ, meski ada sedikit peningkatan, penilaian dari para ahli masih tergolong rendah di angka 69,94.
Merespons polemik tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan bahwa angka Rp700.000 per pasang sepatu bukanlah harga final, melainkan masih dalam tahap perencanaan awal.
"Setiap anggaran direncanakan terlebih dahulu, kemudian melalui proses lelang terbuka. Biasanya, hasil akhir atau harga kontrak akan jauh lebih rendah dari perencanaan awal," jelas Gus Ipul saat meninjau pembangunan SR di Kedung Cowek, Surabaya, Minggu 3 Mei 2026.
Gus Ipul memastikan proses pengadaan akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Ia optimis harga satuan sepatu tersebut akan terkoreksi secara signifikan setelah melewati mekanisme lelang resmi. ()
sumber: beritasatu.com
| Penulis |
: |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Nasional |