Internasional / Sabtu, 09 Mei 2026 09:13 WIB

Terburuk dalam Sejarah Israel, Ribuan Tentara Zionis Alami Gangguan Jiwa akibat Perang Gaza

BAGYNEWS.COM - Kasus gangguan jiwa tentara Israel selama perang Gaza disebut menjadi yang terburuk dalam sejarah militer negara itu. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyembunyikan data ribuan prajurit yang dipecat akibat mengalami tekanan psikologis berat demi mencegah terganggunya moral publik.

Sumber pejabat direktorat personalia angkatan bersenjata Israel mengatakan kepada surat kabar Haaretz, jumlah tentara yang diberhentikan karena gangguan kejiwaan diyakini merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat dalam sejarah IDF. Militer juga disebut enggan membuka data lengkap karena besarnya skala krisis mental yang terjadi di kalangan pasukan.

Sejak awal perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023, militer Israel menghadapi lonjakan kasus gangguan psikologis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak tentara yang terlibat dalam pertempuran dan pengepungan Gaza mengaku mengalami tekanan mental serius hingga tidak mampu kembali bertugas di medan perang.

Haaretz mengungkap, IDF tidak memublikasikan seluruh data terkait tentara yang dipecat akibat kondisi mental mereka selama perang. Permintaan data lengkap yang diajukan media tersebut pada 2025 juga ditolak dan berlarut-larut tanpa kejelasan.

Menurut laporan itu, militer Israel beberapa kali meminta perpanjangan waktu untuk merespons permintaan data berdasarkan Undang-Undang Kebebasan Informasi Israel. Namun hingga tenggat berakhir, data lengkap tetap tidak diberikan.

Mengutip sumber para perwira di direktorat personalia militer dan kantor juru bicara IDF, Haaretz menyebut ada kecenderungan menunda perilisan data yang dianggap tidak menguntungkan citra militer atau para komandan.

Seorang perwira bahkan mengatakan ada pihak internal yang mengetahui cara memanipulasi angka dan persentase guna menyembunyikan informasi yang tidak memuaskan militer.

“Jika juru bicara militer membutuhkan informasi untuk membantah klaim jurnalistik atau politik, mereka melakukan segala upaya untuk mendapatkannya dalam hitungan jam,” kata perwira tersebut.

Dia menegaskan, militer tidak ingin publik mengetahui sejauh mana tekanan psikologis yang dialami tentara Israel di lapangan.

Sumber di departemen kesehatan mental militer juga meyakini IDF sengaja menghindari publikasi data karena khawatir dapat memengaruhi moral publik Israel di tengah perang yang terus berlangsung.

Berdasarkan data asosiasi Hatzlacha yang dikutip Haaretz, hingga Juli 2025 militer Israel akhirnya setuju merilis sebagian data yang hanya mencakup tahun pertama perang Gaza. Data tersebut menunjukkan sebanyak 7.241 perwira dan tentara diberhentikan dari dinas militer karena gangguan kejiwaan ()

Sumber: inews 

Penulis :
Editor :
Kategori : Internasional

Internasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex