Dukung Kesejahteraan Unggas, ASPI Gelar Pelatihan Peternak Itik Petelur Bebas Sangkar
BAGYNEWS.COM - Across Species Project Indonesia (ASPI) menyelenggarakan pelatihan khusus bagi peternak itik petelur bertajuk “Penerapan Sistem Cage-Free pada Itik Petelur: Prinsip Dasar dan Praktik Lapangan” di Joglo Tani, Sleman, Kamis 7 Mei 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 20 peternak yang tergabung dalam Duck Cage-Free Network (Jaringan Peternak Itik Petelur Bebas Sangkar) dari berbagai wilayah di D.I. Yogyakarta, serta dihadiri perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY.
Operations and Growth Director ASPI, Lolita Saras, mengungkapkan bahwa tren penggunaan kandang baterai pada itik petelur kian mengkhawatirkan. Sistem tersebut membatasi ruang gerak unggas semi-akuatik ini hingga hanya seluas kertas A4.
“Kondisi ini memicu stres berat dan perilaku abnormal pada itik, yang ditandai dengan kerontokan bulu, area mata dan hidung yang kotor, hingga cedera otot kaki. Pelatihan ini adalah upaya kami mendukung peternak untuk beralih ke praktik yang lebih manusiawi,” ujar Lolita melalui rilis yang diterima redaksi BAGYNEWS.COM.
Senada dengan hal tersebut, pakar dari Universitas Jenderal Soedirman, Ir. Imam Suswoyo, M.Agr.Sc., menekankan bahwa ciri utama sistem cage-free adalah ketiadaan kandang individu. Itik dipelihara berkelompok dengan alas sekam (litter) dan akses air atau kolam untuk mendukung perilaku alami mereka.
Pemerintah Provinsi DIY menyambut baik inisiatif ini. Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan DPKP DIY, drh. Agung Ludiro, mengingatkan bahwa itik secara kodrat memiliki selaput kaki untuk berenang.
“Memasukkan itik ke kandang baterai tanpa akses air adalah tantangan besar bagi kesejahteraan mereka. Saat ini, Pemda DIY sedang menyusun rancangan Perda terkait keamanan pangan asal hewan yang turut memasukkan aspek kesejahteraan hewan di dalamnya,” jelas Agung.
Dukungan terhadap sistem ini juga datang dari testimoni peternak. Salah satu peserta mengakui telah meninggalkan sistem kandang baterai karena alasan empati. “Kasihan bebeknya,” ungkapnya dalam sesi diskusi lapangan bersama pendiri Joglo Tani, To Suprapto.
Selain aspek kesejahteraan, sistem bebas sangkar ternyata memiliki keunggulan dari sisi kualitas produk. Berdasarkan kajian awal ASPI, telur dari sistem cage-free menunjukkan kualitas fisik yang lebih unggul.
Cangkang Lebih Tebal: Memberikan perlindungan lebih baik terhadap isi telur.
Albumin Lebih Kental: Menandakan kesegaran dan kualitas protein yang lebih tinggi dibanding telur kandang baterai.
Producer Engagement Officer ASPI, Nuril Qolbi, menambahkan bahwa tantangan ke depan adalah diferensiasi produk di pasar. ASPI berharap nantinya terdapat transparansi melalui pelabelan khusus agar konsumen mengetahui asal-usul dan sistem pemeliharaan telur yang mereka konsumsi. ()
| Penulis |
: rls |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Ekbis |