Kep Meranti / Selasa, 12 Mei 2026 12:22 WIB

Wabup Muzamil Buka Rembuk Stunting 2026: Pembangunan Manusia Kunci Kemajuan Meranti ​

BAGYNEWS.COM - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, secara resmi membuka kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Kepulauan Meranti Tahun 2026. Bertempat di Ruang Rapat Orchard Bappedalitbang, Selasa 12 Mei 2026, kegiatan ini menjadi langkah krusial dalam memperkuat komitmen lintas sektor demi mencetak generasi unggul.

​Mengusung tema “Mewujudkan Generasi Kepulauan Meranti Unggul, Agamis, Sejahtera Menuju Generasi Emas 2045”, acara ini dihadiri oleh jajaran kepala OPD, stakeholder lintas sektoral, serta unsur teknis percepatan penanganan stunting daerah.

​Kepala Bappedalitbang Kepulauan Meranti, Abu Hanifah, dalam laporannya menjelaskan bahwa Rembuk Stunting merupakan bagian dari aksi konvergensi untuk percepatan pencegahan dan penurunan angka stunting tahun 2026, sekaligus landasan penyusunan rencana kerja tahun 2027.

​“Langkah ini sepenuhnya mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 yang mengatur strategi nasional, koordinasi, hingga pendanaan. Kami berharap target penurunan angka stunting di Meranti dapat tercapai melalui sinergi yang solid,” jelas Abu Hanifah.

​Dalam arahannya, Wakil Bupati Muzamil Baharudin menekankan bahwa pembangunan kualitas manusia harus menjadi prioritas utama yang berjalan beriringan dengan pembangunan fisik.

​“Pembangunan infrastruktur seperti jalan dan jembatan memang penting, namun tidak akan berarti jika tidak diiringi dengan pembangunan kualitas manusia yang baik. Investasi terbesar kita adalah pada generasi muda,” tegas Muzamil.

​Ia mengingatkan bahwa stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan ancaman nyata terhadap kecerdasan dan daya saing anak di masa depan.

​“Generasi muda adalah cerminan Meranti di masa mendatang. Jika mereka kekurangan gizi dan kualitas pendidikannya buruk, maka kualitas kepemimpinan masa depan kita juga akan terdampak. Kita harus konsentrasi penuh menuju Generasi Emas 2045,” tambahnya.

​Muzamil mengajak seluruh pihak, mulai dari tenaga kesehatan, dunia pendidikan, hingga elemen masyarakat terkecil, untuk memperkuat kolaborasi. Menurutnya, penanganan stunting bersifat multidimensi sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu instansi saja.

​“Penanganan stunting adalah tanggung jawab kolektif. Harus melibatkan seluruh stakeholder dan elemen masyarakat agar upaya ini efektif dan terintegrasi,” pungkasnya.

​Melalui Rembuk Stunting ini, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menargetkan terciptanya program intervensi yang lebih tajam dan berdampak langsung pada penurunan angka stunting di seluruh wilayah kepulauan tersebut. ()

Penulis : mdc
Editor : bastian
Kategori : Kep Meranti

Kep Meranti

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex