Pekanbaru / Rabu, 13 Mei 2026 16:54 WIB

Bawa 12 Tuntutan, Aliansi Mahasiswa 'G-M13 Mei Melawan' Gelar Aksi di DPRD Riau

BAGYNEWS.COM - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi G-M13 Mei Melawan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Riau, Rabu 13 Mei 2026. Massa menuntut wakil rakyat dan pemerintah daerah lebih serius dalam menangani isu kesejahteraan, pendidikan, dan transparansi anggaran.

​Presiden Mahasiswa (Presma) Universitas Hang Tuah Pekanbaru, Syahradi Ramatul, menegaskan bahwa aksi ini merupakan manifestasi dari keresahan masyarakat yang selama ini tidak tersampaikan dengan baik.

​"Aksi ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk keresahan nyata di tengah masyarakat. Kami mendesak pemerintah bekerja lebih optimal untuk menjamin kesejahteraan rakyat," tegas Syahradi di sela-sela aksi.

​Dalam orasinya, massa aksi menyoroti berbagai isu krusial, mulai dari nasib guru honorer, pemerataan infrastruktur kesehatan, hingga transparansi beasiswa. Salah satu poin yang paling ditekankan adalah kritik terhadap pengalokasian dana hibah untuk instansi vertikal yang dinilai tidak mendesak dibanding kebutuhan sektor pendidikan.

​12 Tuntutan Aliansi G-M13 Mei Melawan:

​Sektor Pendidikan & Kesejahteraan Guru:
- ​Mendorong pengangkatan guru honorer menjadi PPPK dengan perjanjian kerja yang adil serta transparansi data secara menyeluruh di Provinsi Riau.
- ​Memfokuskan alokasi anggaran untuk infrastruktur pendidikan dan aksesibilitas di desa-desa 3T (Terdepan, Tertinggal, Terluar).
- ​Menuntut transparansi penuh dalam proses seleksi dan penyaluran beasiswa Pemprov Riau.
- ​Menyatakan sikap menolak penghapusan 20 program studi yang direncanakan oleh Kemendiksaintek.

​Sektor Kesehatan:
- Mendesak implementasi kebijakan strategis guna menjamin pemerataan infrastruktur rumah sakit di seluruh kabupaten/kota se-Riau.
- Menuntut Dinas Kesehatan mempublikasikan data riil penurunan stunting tahun 2025 yang dijanjikan turun hingga 17 persen.
- Mengawal program pemenuhan gizi masyarakat agar tepat sasaran dengan data yang akurat.

​Transparansi Anggaran Hibah:

- Menuntut transparansi dana hibah instansi vertikal sebesar Rp113 miliar, dengan rincian: pembangunan RS Bhayangkara (Rp70 M), RS Tentara (Rp33 M), dan rumah dinas Kejati (Rp9,8 M). Mahasiswa secara khusus menolak pembangunan rumah dinas Kejati dan mendesak anggarannya dialihkan untuk sarana pendidikan.

​Ketenagakerjaan & Pariwisata:

- Menuntut penghapusan sistem outsourcing di seluruh perusahaan, khususnya di Provinsi Riau.
- Mendesak pengawasan ketat terhadap standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) di seluruh proyek dan perusahaan.
- Meminta DPRD membuka ruang diskusi publik dengan menghadirkan pihak perusahaan untuk membahas isu ketenagakerjaan dalam waktu sesingkat-singkatnya.
- Mendesak pemerintah daerah untuk lebih serius mengelola dan mempromosikan potensi pariwisata di Riau.

​Aksi berjalan dengan pengawalan ketat dari pihak kepolisian. Massa mengancam akan kembali melakukan aksi serupa jika 12 tuntutan tersebut tidak segera ditindaklanjuti oleh pimpinan DPRD Provinsi Riau. ()

Penulis : Gus
Editor : bastian
Kategori : Pekanbaru

Pekanbaru

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex