Nasional / Kamis, 21 Mei 2026 18:04 WIB

Dampak Eskalasi Perang Global, Kebijakan WFH ASN Diperpanjang 2 Bulan

BAGYNEWS.COM - Menghadapi dinamika krisis energi global akibat eskalasi perang dunia yang tak kunjung mereda, Pemerintah Indonesia resmi memperpanjang kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH).

​Keputusan itu  disampaikan  Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, usai menghadiri Rapat Terbatas (Ratas) bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis 21 Mei 2026

​Rapat krusial penentu arah ekonomi nasional tersebut turut dihadiri oleh menteri Kabinet Merah Putih dan pejabat otoritas keuangan tinggi negara, di antaranya: ​Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
​Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, ​Menteri Perdagangan, Budi Santoso, ​Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita
​Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM, Rosan Roeslani.

​"Tadi dibahas berbagai mitigasi risiko, termasuk kebijakan paket terkait ekonomi ke depan. Dalam situasi global seperti sekarang di mana perang belum berakhir, maka pemerintah memutuskan melanjutkan kebijakan Work From Home untuk dua bulan ke depan," kata Airlangga Hartarto di Istana Negara.

​Sebagai kilas balik, pemerintah sebelumnya telah menguji coba kebijakan WFH sebanyak satu hari dalam seminggu bagi Aparatur Sipil Negara (ASN). Kebijakan jilid pertama tersebut sudah berlaku sejak 1 April 2026 lalu dan dijadwalkan berakhir pada akhir Mei ini.

​Melihat kondisi geopolitik yang kian tidak menentu, skema ini akhirnya resmi diperpanjang untuk dua bulan berikutnya. Kendati demikian, Menko Airlangga belum merinci tanggal pasti dokumen regulasi turunan terbaru ini akan diterbitkan.

​Bukan hanya menyasar ASN di lingkungan instansi pemerintahan, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga mengimbau sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), BUMD, hingga korporasi swasta untuk menerapkan kebijakan serupa. Namun, sifatnya masih berupa imbauan longgar dan bukan mandatori (kewajiban mutlak).

​Selain membatasi mobilitas untuk efisiensi energi nasional lewat skema WFH, pemerintah kini tengah meramu stimulus baru agar daya beli masyarakat dan produktivitas industri tidak ikut melambat.

​Airlangga membocorkan bahwa pemerintah akan segera merilis paket insentif ekonomi baru dalam waktu dekat demi menjaga target pertumbuhan domestik tetap berada di jalur positif.

​"Selain WFH, ada beberapa paket insentif yang sedang disiapkan oleh pemerintah. Ini dirancang khusus untuk mendorong agar mesin perekonomian kita di kuartal kedua (Q2) tetap bergerak kuat," pungkas Airlangga.***

Penulis :
Editor : bastian
Kategori : Nasional

Nasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex