Kawanan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Rusak 1,5 Hektare Lahan Semangka
BAGYNEWS.COM - Sebanyak 11 ekor gajah liar ditemukan berkeliaran di area perkebunan durian dan semak belukar di Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.
Kemunculan satwa berbelalai ini sempat memicu kekhawatiran warga karena lokasinya yang mendekati kawasan pemukiman.
Titik keberadaan satwa dilindungi tersebut dilaporkan hanya berjarak sekitar 500 meter dari kawasan Hutan Lindung Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH), yang merupakan bagian dari habitat serta jalur jelajah (home range) alami kelompok gajah tersebut.
Merespons laporan dari masyarakat, Tim Mitigasi Konflik Satwa Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau langsung dikerahkan ke lapangan untuk melakukan penanganan dan penyekatan.
“Berdasarkan hasil identifikasi tim di lapangan bersama aparat setempat, ditemukan satu kelompok gajah liar berjumlah sekitar 11 ekor. Kawanan ini terdeteksi berada di area kebun durian dan semak belukar yang berjarak kurang lebih 500 meter dari batas kawasan hutan lindung,” urai Kepala BBKSDA Riau, Supartono, Sabtu 31 Mei 2026.
Supartono mengungkapkan, sebelum kawanan gajah ini terpantau diam di kebun durian, aktivitas mereka pada beberapa malam sebelumnya telah berdampak pada sektor pertanian warga. Tim mengonfirmasi adanya kerusakan tanaman budidaya siap panen di lapangan.
“Hasil pelacakan menunjukkan adanya kerusakan lahan tanaman semangka milik warga seluas kurang lebih 1,5 hektare yang diduga kuat akibat diinjak dan dimakan oleh kawanan gajah liar tersebut,” tambahnya.
Guna mencegah eskalasi konflik antara manusia dan satwa liar, BBKSDA Riau bersama perwakilan warga segera menerapkan strategi halau taktis di sejumlah titik pelintasan. Seperti, menggunakan bunyi-bunyian keras (seperti meriam karbit/petasan) untuk mengarahkan gajah menjauh. Memasang barikade dan penjagaan ketat pada akses masuk menuju areal pemukiman padat. Menyalakan api unggun dan obor di beberapa titik perimeter luar perkebunan sebagai batas visual darurat.
Upaya mitigasi yang berlangsung maraton hingga dini hari tersebut akhirnya membuahkan hasil. Kawanan gajah tersebut berhasil digiring mundur kembali menuju area penyangga atau pinggiran Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Syarif Hasyim.
Kendati situasi saat ini sudah kondusif, pihak otoritas mengingatkan bahwa potensi kemunculan kembali kawanan gajah di areal perkebunan warga masih sangat terbuka lebar. Hal ini dikarenakan area kebun komoditas warga berbatasan langsung dengan sisa kantong habitat asli mereka.
"Kami mengimbau masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama pada malam hari saat gajah cenderung lebih aktif bergerak. Kami meminta warga tidak melakukan tindakan anarkis yang dapat melukai gajah, karena satwa ini dilindungi ketat oleh undang-undang. Pemantauan berkala akan terus kami lakukan bersama pihak terkait," pungkas Supartono.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Pekanbaru |