Nasional / Selasa, 02 Juni 2026 11:02 WIB

Memalukan! Poster Hari Lahir Pancasila BRIN Ternyata Modal Beli Gambar AI-Generated

BAGYNEWS.COM - Polemik fatalnya kesalahan desain poster Hari Lahir Pancasila oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) rupanya belum usai dan justru memasuki babak baru. 

Setelah instansi pelat merah tersebut resmi meminta maaf dan menarik unggahannya, kini terungkap fakta memalukan bahwa gambar Garuda Pancasila dengan jumlah bulu yang keliru tersebut diduga kuat sekadar hasil comot dari situs penyedia template desain bernama Magnific (sebelumnya Freepik).

Fakta mengejutkan ini pertama kali dibongkar oleh kelihaian warganet di platform X (sebelumnya Twitter). 

Seorang pengguna dengan nama akun @wildancubarsi membagikan penemuannya berupa tangkapan layar yang memperlihatkan desain mentah atau raw template Garuda Pancasila di situs Magnific. 

Desain premium berformat PSD tersebut terlihat sangat identik dengan gambar yang diunggah oleh akun resmi media sosial BRIN pada peringatan 1 Juni lalu.

Dalam cuitannya yang langsung menyita perhatian publik, akun @wildancubarsi menyertakan dua bukti tangkapan layar antarmuka situs Magnific yang menampilkan deretan gambar garuda hasil olahan digital. 

Harga Langganan dan Fasilitas Template Berbayar

Berdasarkan penelusuran lebih mendalam pada antarmuka situs Magnific dengan menggunakan keyword 'Garuda' dan 'Hari Lahir Pancasila', template bertema Hari Kemerdekaan Indonesia yang memuat gambar Garuda menyalahi aturan tersebut berstatus sebagai Premium Asset (aset premium). 

Pengguna tidak dapat mengunduhnya secara bebas tanpa mengeluarkan biaya.

Untuk membuka kunci dan mengunduh mentahan karya tersebut, pengguna diwajibkan berlangganan paket Premium. 

Situs Magnific membanderol paket berlangganan ini dengan harga promosi sebesar €10,50 (sekitar Rp185 ribu) per bulan, yang ditagihkan secara tahunan. Harga tersebut merupakan diskon 30 persen dari harga normal yang dipatok sebesar €15 per bulan.

Dengan nominal langganan tersebut, pelanggan diberikan hak akses ke lebih dari 250 juta stok aset premium yang ada di dalam platform.

Paket berlangganan ini sejatinya membekali penggunanya dengan fasilitas pengeditan berbasis Kecerdasan Buatan (AI) yang komprehensif.

Fasilitas pengeditan bawaan yang disertakan mencakup fitur Retouch (perbaikan gambar), Resize (ubah ukuran), Remove BG (hapus latar belakang), hingga pembuatan gambar baru (Generate Images). 

Selain itu, pelanggan juga dibekali 240 ribu kredit per tahun untuk mengakses berbagai model AI terbaru dari platform tersebut, seperti Google Nano Banana, Seedream, dan Flux.

Desain garuda pada template tersebut sejak awal sudah memiliki cacat visual yang menyalahi konstitusi, yakni ketidaksesuaian jumlah helai bulu pada bagian sayap, ekor, hingga leher yang tidak mencerminkan angka 17-8-1945.

Temuan warganet ini sontak semakin memantik reaksi keras dan cibiran dari publik luas. Publik sangat menyayangkan bagaimana sebuah lembaga setingkat kementerian yang menyandang nama "badan riset" bisa bertindak sangat ceroboh dan tidak profesional. 

Bukti dari situs Magnific ini seolah mempertegas dugaan bahwa tim kreatif dan pihak penyunting di internal BRIN sama sekali tidak melakukan riset dasar, pengecekan fakta, maupun quality control sebelum mempublikasikan konten kenegaraan.

Alih-alih membuat desain orisinal atau setidaknya merevisi template instan agar sesuai dengan pedoman Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Lambang Negara, pihak pengelola media sosial BRIN justru dinilai menelan mentah-mentah gambar dari penyedia aset digital pihak ketiga. 

Hingga berita ini diturunkan, temuan dari netizen tersebut masih terus dibagikan dan menjadi bahan perbincangan panas yang mempertanyakan standar operasional prosedur kerja di ranah kehumasan instansi pemerintah.***

Sumber: inilah

Penulis :
Editor :
Kategori : Nasional

Nasional

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex