BAGYNEWS.COM - Di tengah kompleksitas tantangan global yang diwarnai ketegangan geopolitik hingga disrupsi teknologi, Pancasila dinilai tetap menjadi jangkar dan fondasi kokoh bagi kedaulatan NKRI.
Selain menjaga persatuan domestik, ideologi negara ini juga terus menjadi rujukan utama dalam mewujudkan perdamaian dunia.
Pesan kebangsaan tersebut ditegaskan oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, saat bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di halaman Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Selasa 2 Juli 2026 pagi.
Saat memimpin jalannya upacara, Wabup Muzamil Baharudin membacakan amanat resmi dari Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Mengusung tema nasional “Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia”, peringatan tahun ini mempertegas bahwa nilai luhur Pancasila mampu menjawab kebutuhan global akan perdamaian yang berkeadilan.
Muzamil memaparkan bahwa Indonesia telah berhasil membuktikan kepada dunia internasional bahwa keberagaman masif bukanlah penghalang untuk bersatu. Struktur geografis yang mencakup lebih dari 17 ribu pulau serta ratusan kelompok etnis tetap mampu berdiri utuh di bawah naungan Garuda Pancasila.
Beberapa poin strategis amanat Kepala BPIP RI yang digarisbawahi meliputi:
Contoh Nyata Unifikasi, di tengah ancaman fragmentasi global, Indonesia kokoh menjadi kiblat dunia tentang bagaimana perbedaan dirajut dalam satu ikatan kebangsaan.
Instrumen musyawarah, yakni nilai musyawarah dan mufakat khas nusantara dinilai sangat relevan untuk menjembatani perbedaan sekaligus meredam konflik di berbagai belahan dunia.
Aksi nyata di PBB, di mana ndonesia tidak sekadar menjadi penonton, melainkan aktif mengirimkan pasukan perdamaian di bawah bendera PBB, memediasi konflik regional, serta konsisten menyuarakan hak kemerdekaan bangsa yang tertindas.
“Kita ingin dunia melihat bahwa perdamaian bukan hanya sekadar absennya perang, melainkan hadirnya keadilan yang nyata bagi seluruh umat manusia,” ujar Muzamil.
Memasuki fase kemajuan ekonomi dan percepatan digital, Wakil Bupati mengingatkan agar akselerasi tersebut harus berjalan seiring dengan penguatan moral. Generasi muda diminta secara aktif menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup (living ideology) dalam aktivitas keseharian, bukan sekadar slogan atau simbol visual semata.
Lebih lanjut, Muzamil juga menyelipkan instruksi khusus yang ditujukan kepada jajaran pemimpin daerah dan seluruh aparatur penyelenggara pemerintahan, memastikan setiap kebijakan publik dan regulasi yang dilahirkan berpihak penuh pada rasa keadilan.
Perlindungan kelompok rentan: seperti memberikan atensi dan proteksi khusus bagi pemenuhan hak-hak masyarakat kelas bawah atau rentan.
Penolakan radikalisme dengan menolak secara tegas segala bentuk praktik intoleransi dan paham radikalisme yang berpotensi merusak sendi-sendi persatuan daerah.
“Mari kita tunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia adalah bangsa besar yang menjunjung tinggi nilai religiusitas, persatuan, dan kemanusiaan. Selama darah Indonesia masih mengalir di tubuh kita, Pancasila akan tetap hidup dalam setiap denyut nadi anak bangsa,” pungkas Muzamil mengakhiri amanat.***
| Penulis | : mdc |
| Editor | : bastian |
| Kategori | : Kep Meranti |
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex

