BAGYNEWS.COM- PT Pertamina EP (PEP) Lirik terus berupaya memperkuat pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat melalui Program Kampung Iklim (PROKLIM) Desa Lambangsari V. Salah satu langkah yang dilakukan yakni mengajak masyarakat belajar langsung ke Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok di Pekanbaru, Riau, melalui kegiatan benchmarking yang dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 lalu.
Kegiatan ini diikuti Kepala Desa Lambangsari V bersama 13 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Melati sebagai penerima manfaat Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PROKLIM Desa Lambangsari V. Benchmarking dilakukan sebagai bagian dari persiapan pembentukan bank sampah desa yang direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026.
Inisiatif tersebut berangkat dari perhatian terhadap persoalan sampah di Kabupaten Indragiri Hulu yang sebelumnya turut menjadi pembahasan dalam diskusi pengelolaan sumur tua bersama Bupati Indragiri Hulu. Dalam kesempatan itu, perusahaan didorong untuk menghadirkan program CSR yang mampu menjawab persoalan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah masyarakat.
Selama ini, anggota KWT Melati telah aktif mengelola sampah organik melalui pemanfaatan biopori dan komposter. Namun, pengelolaan sampah anorganik seperti plastik masih membutuhkan tambahan pengetahuan dan praktik yang lebih mendalam. Karena itu, Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok dipilih sebagai lokasi pembelajaran mengingat keberhasilannya mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.
Manager Community Involvement & Development Regional 1, Iwan Ridwan Faizal mengatakan kegiatan benchmarking ini menjadi bagian penting dalam mendorong kesiapan masyarakat membangun sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan bernilai ekonomi.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin masyarakat tidak hanya memahami bagaimana mengelola sampah, tetapi juga melihat bahwa sampah dapat menjadi sumber manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik. Program PROKLIM Desa Lambangsari V kami dorong agar mampu tumbuh menjadi gerakan lingkungan berbasis masyarakat yang mandiri dan berkelanjutan,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, konsep ekonomi sirkular menjadi pendekatan penting dalam program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan perusahaan, terutama untuk mendukung pengurangan permasalahan lingkungan sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat desa.
“Kami berharap ke depan masyarakat dapat mengembangkan bank sampah yang tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah, tetapi juga mampu menciptakan produk bernilai tambah, membangun jejaring pengelolaan sampah, serta mendukung terciptanya praktik zero waste di lingkungan masyarakat,” tambahnya.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai sistem pengelolaan bank sampah mulai dari proses pemilahan, pengumpulan, pencatatan hingga pengelolaan sampah bernilai ekonomi. Materi disampaikan Rinwiningsih selaku pemateri bank sampah. Peserta juga mengikuti praktik pembuatan ecoprint bersama Nurul dan Sugeng sebagai asisten pemateri, memanfaatkan bahan organik menjadi produk kreatif bernilai jual.
Selain itu, peserta diajak melihat langsung aktivitas pengelolaan sampah di kawasan Agrowisata Bank Sampah Ibnu Al-Mubarok. Kehadiran Purnama sebagai tamu sekaligus calon pemateri untuk benchmarking berikutnya turut membuka peluang jejaring dan kolaborasi lanjutan dalam pengembangan pengelolaan sampah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis mengenai bank sampah, tetapi juga memahami konsep circular economy atau ekonomi sirkular, di mana aktivitas pertanian, perkebunan, perikanan hingga usaha masyarakat dapat saling terhubung dan mendukung praktik zero waste.
Kegiatan benchmarking ini menjadi salah satu tahapan penting dalam rencana pembentukan Bank Sampah Desa Lambangsari V yang akan dikembangkan melalui Program Pengembangan Masyarakat (PPM) PT Pertamina EP Lirik. Melalui penguatan kapasitas masyarakat dan pengembangan ekonomi sirkular, program ini diharapkan mampu menghadirkan solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi warga.
Program Kampung Iklim (PROKLIM) sendiri merupakan program nasional yang diinisiasi oleh Kementerian Lingkungan Hidup untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Melalui PROKLIM Desa Lambangsari V, PT Pertamina EP Lirik mendukung berbagai upaya pelestarian lingkungan, pengurangan emisi, pengelolaan sampah, serta penguatan ketahanan masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Program ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan lingkungan dan mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Inhu.(bgy/ril)
| Penulis | : |
| Editor | : |
| Kategori | : Indragiri Hulu |
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex

