Satu Ruangan di PN Pekanbaru, Abdul Wahid dan SF Hariyanto Saling Acuh di Meja Hijau
AGYNEWS.COM - Pemandangan sarat tensi psikologis mewarnai ruang sidang utama Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru dalam lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menjerat Abdul Wahid, Rabu 3 Juni 2026 pagi.
Terdakwa Abdul Wahid dan Plt. Gubernur Riau, SF Hariyanto, akhirnya berada dalam satu ruangan yang sama. Namun, kedua tokoh sentral ini terlihat saling acuh dan sama sekali tidak saling menyapa maupun berinteraksi.
Pertemuan di "meja hijau" ini terjadi seiring dengan hadirnya SF Hariyanto yang dipanggil oleh jaksa penuntut untuk memberikan kesaksian penting di hadapan majelis hakim.
Kehadiran orang nomor satu di Riau tersebut sejak pagi hari langsung menyedot perhatian penuh dari ratusan pengunjung yang memadati area pengadilan.
Berdasarkan pantauan langsung di lokasi, SF Hariyanto tiba lebih awal di dalam ruang sidang. Ia langsung mengambil posisi di kursi saksi yang diletakkan tepat di hadapan meja majelis hakim.
Dinamika persidangan mulai menegang saat terdakwa dihadirkan ke dalam ruangan.
Pukul 09.40 WIB: Abdul Wahid melangkah masuk ke ruang sidang dengan mengenakan rompi tahanan komisi pemberantasan korupsi berwarna oranye khas bergaris hitam.
Setibanya di kursi terdakwa bersisian dengan jajaran tim penasihat hukumnya, Wahid tampak langsung melepas rompi tahanan yang dikenakannya.
Kendati duduk dalam jarak yang sangat dekat, tidak ada sedikit pun gestur komunikasi, kontak mata, maupun sapaan formalitas antara Abdul Wahid dan SF Hariyanto.
Alih-alih menyapa sang Plt. Gubernur, Abdul Wahid justru memilih melemparkan senyum dan beberapa kali melambaikan tangan ke arah barisan pendukung serta simpatisannya yang berjejalan di dekat pintu masuk ruang sidang.
Di sisi lain, SF Hariyanto tampak tetap tenang, duduk tegak menghadap hakim sembari menunggu ketuk palu tanda dimulainya persidangan.
Meskipun mempertemukan dua figur publik yang kini berada pada posisi bertolak belakang di mata hukum, situasi di dalam ruang sidang secara umum terpantau cukup kondusif dan tenang.
Para simpatisan yang hadir cenderung menahan diri, walau pandangan mata mayoritas pengunjung tetap tertuju pada interaksi kedua tokoh tersebut.
Hingga majelis hakim resmi membuka persidangan dan memulai pemeriksaan, baik Abdul Wahid maupun SF Hariyanto tetap menunjukkan sikap profesional dengan berfokus penuh pada agenda yudisial, tanpa memperlihatkan interaksi personal apa pun secara langsung.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Hukum |