Peristiwa / Minggu, 07 Juni 2026 10:12 WIB

Puting Beliung Terjang Bandar Laksamana Bengkalis: Fasilitas SMPN 1 Hancur, Kerugian Ditaksir Miliaran Rupiah

BAGYNEWS.COM - Bencana alam angin puting beliung disertai hujan deras menerjang kawasan Jalan Lintas Dumai-Pakning, tepatnya di Desa Api-Api, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Minggu 7 Juni 2026 sekitar pukul 08.30 WIB.

​Sapuanku angin kencang tersebut meluluhlantakkan infrastruktur pendidikan, meliputi kompleks SMP Negeri 1 Bandar Laksamana, satu unit bangunan Taman Kanak-Kanak (TK), serta tiga unit rumah tinggal warga sekitar.

​Amukan cuaca ekstrem ini sempat membuat suasana mendadak mencekam saat atap-atap seng beterbangan di udara, plafon gedung runtuh, dan material bangunan porak-poranda berserakan di halaman sekolah.

​Kepala Desa Api-Api, Zulkifli, mengonfirmasi bahwa pemerintah desa bersama masyarakat langsung turun ke lokasi kejadian (ground zero) untuk melakukan evakuasi mandiri dan pendataan dampak kerusakan.

​Berdasarkan hasil inventarisasi awal di lapangan, dampak kerusakan bangunan sedikitnya 20 ruangan terdampak rusak berat, mulai dari ruang belajar siswa (kelas), kantor administrasi, ruang laboratorium, hingga fasilitas rumah dinas kepala sekolah.

Kemudian satu unit bangunan TK di area sekitar turut mengalami kerusakan parah pada bagian atap. Serta tiga unit rumah warga yang berada di radius lintasan angin mengalami kerusakan struktural.

​"Kerusakannya masuk kategori cukup berat. Banyak fasilitas penunjang sekolah dan alat peraga pendidikan yang hancur porak-poranda sehingga tidak bisa digunakan lagi," jelas Zulkifli.

​Kepala SMPN 1 Bandar Laksamana, Yorafitriyani, membagikan momen menegangkan saat dirinya terjebak seorang diri di dalam rumah dinas ketika angin puting beliung menghantam kompleks sekolah.

​"Saya sama sekali tidak berani keluar rumah karena pusaran anginnya sangat kencang dan seketika listrik langsung padam total. Setelah situasi agak reda, saya keluar dan melihat hampir seluruh ruangan sekolah sudah hancur. Kerugian material akibat bencana ini diperkirakan bisa mencapai miliaran rupiah," ungkap Yorafitriyani terpukul.

​Beruntung, karena peristiwa nahas ini terjadi pada hari Minggu (hari libur), tidak ada aktivitas belajar mengajar di dalam kelas. Otoritas setempat memastikan nihil korban jiwa maupun korban luka-luka dalam musibah ini.

​Namun, akibat kerusakan sarana yang masif, pihak manajemen sekolah terpaksa mengambil kebijakan untuk meliburkan sementara aktivitas sekolah guna memfokuskan tenaga pada penyelamatan dokumen penting dan inventarisasi sisa barang.

​Kondisi ini memicu kekhawatiran mendalam mengingat agenda akademik krusial sudah di depan mata. Pihak sekolah mendesak Pemerintah Kabupaten Bengkalis dan Dinas Pendidikan untuk segera turun tangan memberikan bantuan darurat.

​"Pekan depan anak-anak dijadwalkan harus mengikuti ujian semester. Kami sangat berharap pemerintah segera menyalurkan bantuan dan mengambil langkah cepat agar hak pendidikan siswa tidak terganggu akibat bencana ini," harap Yorafitriyani.

​Hingga berita ini diturunkan, jajaran Pemdes Api-Api bersama instansi penanggulangan bencana daerah masih terus bersiaga di lokasi untuk membersihkan puing-puing bangunan sekaligus menghitung total kerugian materiil secara akurat.***

Penulis : rac
Editor : bastian
Kategori : Peristiwa

Peristiwa

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex