Pekanbaru / Minggu, 07 Juni 2026 19:01 WIB

Sasar Keakuratan Bansos, Wako Agung Nugroho Beberkan Mekanisme Program 'Satu ASN Satu RW'

BAGYNEWS.COM - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mematangkan implementasi kebijakan strategis lewat Program Satu ASN Satu RW. Kebijakan inovatif ini digulirkan sebagai langkah konkret jajaran pemko dalam memperkuat validasi pendataan warga sekaligus mengunci sistem penyaluran program bantuan sosial (bansos) agar tepat sasaran.

​Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menjelaskan, para Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diterjunkan dalam program ini memegang peran krusial sebagai penanggung jawab penuh atau Person in Charge (PIC) di klaster wilayah yang telah ditetapkan.

​Menepis keraguan terkait efektivitas jam kerja pegawai, Agung Nugroho menegaskan pada Sabtu 6 Juni 2026, bahwa para ASN yang ditugaskan tidak diwajibkan untuk bersiaga setiap hari di lingkungan RW binaan mereka.

​"ASN yang ditugaskan dalam program ini bertindak sebagai PIC untuk wilayahnya masing-masing. Tugas utama mereka adalah menjadi perpanjangan tangan pemerintah untuk memastikan bahwa data demografi warga di tingkat bawah benar-benar valid, faktual, dan sesuai dengan kondisi rill di lapangan," jelas Agung.

​Secara teknis, para ASN diminta untuk melakukan verifikasi berkala mengenai, jumlah bangunan rumah tinggal di area RW binaan, jumlah kepala keluarga (KK) aktif, dan pembaruan manifes Kartu Keluarga (KK) guna mencocokkan status kependudukan mutakhir.

​Wali Kota memaparkan, pembaruan data secara mikro ini mendesak untuk dilakukan mengingat dinamika sosial-ekonomi di tengah masyarakat bergerak sangat cepat, namun kerap terlambat tercatat dalam basis data administrasi pemerintah.

​Banyak ditemukan kasus di mana warga mengalami pergeseran kondisi ekonomi yang drastis seperti kehilangan pasangan hidup (menjadi kepala keluarga tunggal) atau kehilangan sumber penghasilan tetap tetapi belum terakomodasi sebagai penerima bantuan sosial resmi.

​"Kondisi rentan seperti ini yang harus cepat dideteksi oleh pemerintah daerah. Dengan modal data yang akurat dari para PIC ASN ini, kita bisa menyalurkan intervensi bantuan sosial langsung kepada warga yang benar-benar berhak dan membutuhkan," ucap Agung lugas.

​Pembaruan data berbasis RW ini nantinya akan dijadikan fondasi utama bagi Pemko Pekanbaru dalam menyusun arah kebijakan makro anggaran pertolongan sosial.

​Agung tidak menampik bahwa kekuatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pekanbaru saat ini masih memiliki keterbatasan untuk mengover seluruh stimulus bantuan. Sebagai solusinya, data valid hasil kerja program "Satu ASN Satu RW" ini akan dijadikan senjata utama pemko untuk menjemput bola anggaran di tingkat nasional.

​"Kami akan terus berjuang, berkolaborasi, dan bernegosiasi dengan kementerian serta instansi vertikal di pusat. Berbekal data kemiskinan ekstrem yang akurat dan by name by address, Pekanbaru akan jauh lebih mudah mendapatkan dukungan kucuran anggaran pusat yang lebih besar," urai Agung Nugroho.

​Di akhir arahannya, Wali Kota Pekanbaru memberikan peringatan tegas kepada seluruh ASN yang mengemban tugas di tiap lingkungan RW untuk menjaga integritas dan marwah Pemko Pekanbaru selama berinteraksi dengan warga. Ia memastikan performa lapangan para pegawai akan dipantau secara ketat dan objektif.

​"Saya memegang kendali penuh dan mengetahui secara pasti siapa aparatur yang bekerja sungguh-sungguh di lapangan dan siapa yang tidak. Karena itu, jalankan amanah ini dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat luas," tegas Agung.***

Penulis :
Editor :
Kategori : Pekanbaru

Pekanbaru

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex