BAGYNEWS.COM - Pembangunan arena utama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-XXX Tingkat Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) kini telah memasuki fase krusial. Hingga Senin 15 Juni 2026, progres fisik infrastruktur bangunan utama sudah hampir rampung secara keseluruhan dan kini sedang menggesa tahapan penyelesaian akhir (finishing).
Berdasarkan pantauan langsung di lapangan, struktur megah panggung utama, gerbang gapura, dan deretan stan tenda pendukung telah berdiri kokoh. Sejumlah pekerja konstruksi tampak intensif melakukan pengecatan, pemasangan ornamen dekoratif, serta perapian area lapangan terbuka agar siap digunakan secara steril pada malam pembukaan nanti.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kuansing, Ade Farel, menegaskan bahwa pengerjaan kompleks arena MTQ tahun ini sengaja dipacu secara masif agar dapat diserahterimakan tepat waktu. Ia memastikan seluruh fasilitas utama akan siap beroperasi 100 persen sebelum kafilah dari berbagai kecamatan tiba di lokasi
"Alhamdulillah, progres untuk bangunan inti seperti panggung utama, mimbar tilawah, dan gapura masuk sudah menyentuh angka 95 persen. Saat ini tim di lapangan tinggal menuntaskan finishing minor seperti instalasi lampu hias dan penataan taman (landscaping). Insyaallah, pekan ini tuntas total," ujar Ade Farel saat meninjau lokasi pembangunan, Senin 15 Juni 2026.
Ade Farel menjelaskan, desain arsitektur arena utama MTQ ke-XXX ini sengaja dirancang secara tematik dengan mengusung konsep Islami modern yang dipadukan secara harmonis dengan sentuhan ragam hias budaya Melayu khas Kuansing. Kombinasi ini diharapkan mampu memancarkan kesan megah sekaligus memberikan kenyamanan spiritual bagi para kafilah maupun tamu undangan.
"Kami ingin kompleks arena ini tidak sekadar menjadi tempat perlombaan musiman, melainkan bertransformasi sebagai ikon baru bagi Kabupaten Kuansing. Struktur arsitekturnya kami buat representatif dan permanen agar ke depan bisa terus dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan keagamaan berskala besar," urai Ade Farel.
Guna mengejar target batas waktu (deadline), Dinas PUPR bersama pihak kontraktor pelaksana menerapkan sistem kerja lembur yang dibagi ke dalam dua shift setiap harinya. Langkah taktis ini diambil agar seluruh pekerjaan fisik selesai jauh sebelum hari H pelaksanaan, sehingga panen waktu tersebut bisa dialokasikan untuk agenda gladi bersih serta uji coba sistem pengeras suara (sound system).
"Tim teknis kami bekerja siang dan malam. Meskipun dikejar target waktu, aspek kualitas dan kekuatan struktur bangunan tetap menjadi prioritas utama. Ini adalah kerja besar yang menyangkut marwah MTQ sekaligus nama baik daerah Kuantan Singingi," tegasnya.
Pemerintah daerah juga mengimbau dan mengetuk kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan melestarikan fasilitas publik yang telah dibangun menggunakan anggaran daerah tersebut.
Setelah perhelatan akbar MTQ ke-XXX selesai, Pemkab Kuansing berencana memfungsikan kawasan ini secara produktif sebagai pusat kegiatan keagamaan, edukasi syiar Islam, serta ruang publik yang ramah keluarga.
Dengan kesiapan infrastruktur arena utama yang telah matang, Pemkab Kuansing optimistis penyelenggaraan MTQ ke-XXX Tingkat Kabupaten akan berjalan sukses secara prestasi dan sukses secara syiar. Agenda tahunan ini diharapkan mampu melahirkan qari dan qariah terbaik yang siap mengharumkan nama Kuansing di ajang MTQ tingkat Provinsi Riau.***
| Penulis | : |
| Editor | : Bastian |
| Kategori | : Kuantan Singingi |
© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex

