Feature / Senin, 22 Juni 2026 15:57 WIB

Jejak Tangguh Arifa: Dari Keritang Menuju Istana Negara

​BAGI Arifa Rahma Maulydha, derap langkah kaki di lapangan sekolah SMAN 1 Keritang bukan lagi sekadar latihan rutin. 

Di bawah terik matahari Indragiri Hilir (Inhil), setiap tetes keringatnya ternyata sedang merajut jalan menuju sebuah panggung kehormatan tertinggi bagi remaja di negeri ini: halaman Istana Negara.

​Gadis belia ini baru saja mengukir sejarah baru. Namanya resmi tercantum sebagai salah satu dari dua utusan Provinsi Riau yang lolos menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Tingkat Nasional 2026. 

Ia akan mengemban tugas mulia pada Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 pada 17 Agustus mendatang.

​Namun, karpet merah menuju Jakarta tidak dihamparkan begitu saja untuk Arifa.

​"Alhamdulillah, saya benar-benar tidak menyangka bisa sampai pada tahap ini," bisik Arifa penuh haru, Senin 22 Juni 2026. 

"Saya sangat bersyukur dapat mewakili daerah dan bertekad memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Inhil."

​Di balik senyum syukurnya, ada rangkaian ujian panjang yang menguras fisik dan mental. Arifa harus merangkak dari seleksi terbawah di tingkat kabupaten. 

Ia dipaksa melampaui batas kemampuannya saat melahap berbagai tahapan tes yang super ketat mulai dari seleksi administrasi, uji kesehatan, psikotes, tes intelegensi umum, wawasan kebangsaan, kesamaptaan jasmani, hingga ketangkasan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

​Ketika puluhan peserta bertumbangan satu per satu, ketekunan dan mental baja justru menjaga Arifa untuk tetap berdiri tegak.

​Kabar kelulusan dara asal Keritang ini langsung menyulut rasa bangga di hati masyarakat Inhil. Bupati Inhil, Herman, tidak dapat menyembunyikan rasa suka citanya. 

Bagi Herman, pencapaian Arifa adalah bukti nyata bahwa anak-anak dari daerah memiliki daya saing yang tak boleh dipandang sebelah mata.

​"Hal ini menunjukkan bahwa putra-putri daerah memiliki kualitas, kompetensi, dan semangat kebangsaan yang patut diperhitungkan," ujar Herman bangga.

​Meski begitu, sang kepala daerah menyelipkan sebuah pesan mendalam. Di mata Herman, atribut Paskibraka Nasional bukan sekadar seragam gagah, melainkan sebuah amanah untuk membawa wajah asli daerah di tingkat pusat.

​"Nanti ketika bergabung dengan teman-teman dari seluruh Nusantara, tetaplah menjaga kedisiplinan. Jangan lupa beribadah dan selalu berlaku baik terhadap siapa pun," pesan Bupati Herman lembut namun tegas.

​Di tingkat nasional nanti, Arifa tidak akan berjuang sendiri. Ia akan bahu-membahu menjaga kehormatan Bumi Lancang Kuning bersama Rizqy Aditya Siregar, pelajar tangguh asal MAN Insan Cendekia Siak.

​Kepala Badan Kesbangpol Riau, Boby Rachmat, menyebut capaian kedua remaja ini sebagai tinta emas bagi Riau. "Ini merupakan hasil dari kerja keras, disiplin, dan perjuangan panjang yang melelahkan," tutur Boby.

​Kini, babak baru telah menanti Arifa. Hari-hari ke depan akan diisinya dengan karantina dan gemblengan fisik yang lebih berat di pusat pelatihan nasional.

​Pemerintah Kabupaten Inhil melalui Badan Kesbangpol berjanji tidak akan melepas genggaman mereka. Kepala Kesbangpol Inhil, Zailani, menegaskan pihaknya siap mengawal setiap jengkal langkah Arifa hingga hari bersejarah itu tiba.

​"Kami akan terus melakukan pendampingan selama Arifa mengikuti pemusatan diklat di pusat, hingga nanti hari H tiba, saat ia menjalankan tugas suci di bawah kibaran Bendera Pusaka," pungkas Zailani.
​Dari sudut lapangan sekolah di Keritang, impian Arifa kini terbang tinggi menuju tiang tertinggi di Istana Negara. Sebuah pembuktian bahwa dari pelosok daerah pun, Garuda-Garuda muda siap mengepakkan sayapnya untuk Indonesia.****

Penulis : mdc
Editor : Bastian
Kategori : Feature

Feature

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex