Wabup Syarifuddin Poti Sampaikan Rohul Sukses Pertahankan Opini WTP BPK 10 Tahun Berturut-turut Saat Paripurna
BAGYNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) kembali menorehkan tinta emas dalam tata kelola keuangan daerah. Kabupaten berjuluk Negeri Seribu Suluk ini sukses mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK RI selama 10 tahun berturut-turut, terhitung sejak laporan keuangan tahun 2016 hingga 2025.
Capaian prestisius tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Rokan Hulu, H. Syafaruddin Poti, dalam Rapat Paripurna DPRD Rohul dengan agenda Penyampaian Jawaban Pemerintah terhadap Pemandangan Umum Fraksi atas Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025, Senin 22 Juni 2026
Rapat paripurna dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Rohul Hj. Sumartini, didampingi Wakil Ketua M. Aidi dan H. Porkot Lubis, serta dihadiri jajaran anggota legislatif dan kepala OPD di lingkungan Pemkab Rohul.
Dalam pidatonya, Syafaruddin Poti menegaskan bahwa laporan keuangan APBD 2025 telah diaudit secara transparan oleh BPK RI sesuai amanat UU Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara.
Hasil resmi audit tersebut diserahkan kepada Pemkab Rohul pada 18 Juni 2026 lalu dengan predikat WTP.
"Alhamdulillah, Kabupaten Rokan Hulu masih mampu mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian. Ini merupakan raihan ke-10 kalinya secara berturut-turut," ujar Syafaruddin Poti bangga.
Guna transparansi publik, Pemkab Rokan Hulu merilis postur dan realisasi keuangan daerah sepanjang tahun anggaran 2025 sebagai berikut:
Pendapatan Daerah: Terealisasi sebesar Rp1,899 triliun atau 93,15% dari target yang ditetapkan sebesar Rp2,039 triliun. Sumber pendapatan ditopang oleh PAD, dana transfer pusat, dana penyesuaian, serta transfer dari Pemprov Riau.
Belanja Daerah: Terealisasi sebesar Rp1,901 triliun atau 92,78% dari total pagu anggaran sebesar Rp2,049 triliun.
Persentase Penyerapan Pos Belanja:
Belanja Operasi: Terrealisasi sebesar 93,17%
Belanja Modal: Terealisasi sebesar 93,23%
Belanja Transfer: Terealisasi sebesar 94,24%
Belanja Tidak Terduga (BTT): Terealisasi sebesar 22,31% (dialokasikan khusus untuk penanganan keadaan darurat dan kebutuhan mendesak).
Dari kalkulasi akhir neraca pembiayaan, Pemkab Rokan Hulu mencatat Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun 2025 sebesar Rp8,4 miliar, dengan posisi aset pada neraca daerah per 31 Desember 2025 menyentuh angka Rp3,732 triliun.
Di akhir penyampaiannya, Syafaruddin Poti memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota DPRD, Forkopimda, serta seluruh elemen masyarakat yang konsisten mengawal jalannya roda pembangunan.
Menurutnya, predikat WTP satu dekade ini mustahil diraih tanpa adanya sinergi yang sehat antara eksekutif, legislatif, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, insan pers, dan organisasi kemasyarakatan.
"Segala hasil yang telah dicapai merupakan buah kerja keras bersama. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Rokan Hulu yang telah berpartisipasi aktif. Semoga ikhtiar bersama ini terus membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi daerah," pungkasnya.***
| Penulis |
: |
| Editor |
: Bastian |
| Kategori |
: Rokan Hulu |