">
Riau / Rabu, 24 Juni 2026 17:40 WIB

Gara-gara Kantin Sekolah, Plt Gubernur Riau Minta Maaf Usai Kena "Prank" Data Anak Buah

BAGYNEWS.COM - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada publik atas kegaduhan informasi terkait dampak program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sempat diisukan menggerus pendapatan retribusi daerah.

​Klarifikasi ini dikeluarkan secara resmi untuk meluruskan simpang siur data anomali yang beredar liar di dunia maya dalam beberapa hari terakhir.

​SF Hariyanto menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Riau pada prinsipnya sangat mendukung program strategis nasional tersebut. Alih-alih merugikan daerah, program MBG justru membawa dampak efisiensi anggaran daerah yang sangat signifikan.

​“Program MBG ini justru bersinergi dengan semangat efisiensi APBD Riau. Terbukti, dengan adanya program ini, kita bisa menghemat anggaran sebesar Rp45 miliar per tahun untuk pos biaya makan-minum di sekolah-sekolah berasrama (boarding school). Anggaran efisiensi ini bisa kita dialihkan untuk program prioritas daerah lainnya,” terang SF Hariyanto, Rabu 24 Juni 2026.

​Mantan Inspektur Investigasi Kementerian PUPR ini membongkar bahwa isu penurunan retribusi daerah akibat kantin sekolah sepi adalah murni akibat human error atau kelalaian administratif internal jajarannya.

​Berdasarkan hasil penelusuran tim Pemprov Riau, ditemukan kronologi salah komunikasi sebagai berikut, dimana Dinas Pendidikan Provinsi Riau melakukan salah input data terkait angka kontribusi retribusi kantin sekolah dalam laporan prognosis yang diserahkan ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).

Pihak Bapenda Riau langsung menelan data mentah tersebut tanpa melakukan cross-check terlebih dahulu di lapangan, sebelum akhirnya melaporkannya kepada Plt Gubernur.

​“Jadi sekali lagi kami tegaskan, tidak ada pengaruh negatif dari program MBG terhadap penurunan retribusi daerah. Jika dipersentasekan, angka keseluruhan retribusi kantin terhadap PAD secara total itu di bawah 1 persen, hanya berkisar 0,01 persen. Sangat kecil,” tegas Hariyanto.

​Pemprov Riau juga menyatakan dukungannya terhadap komitmen Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) untuk tetap menghidupkan dan memberdayakan kantin-kantin sekolah dalam ekosistem program ini.

​Secara makro, program MBG diklaim memberikan multiplier effect ekonomi yang jauh lebih besar bagi masyarakat Riau karena menggerakkan sektor hulu hingga hilir, mulai dari pertanian, peternakan, perikanan, hingga pelaku UMKM lokal dan jasa distribusi.

​Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman, melalui Sekretaris Teza Darsa, mengakui keteledoran institusinya yang telah menyodorkan data keliru hingga memicu blunder informasi di tingkat pimpinan tertinggi daerah.

​“Kami mengakui telah keliru menyampaikan program MBG sebagai penyebab turunnya pendapatan retribusi kantin sekolah. Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Plt Gubernur Riau, Bapenda, dan seluruh masyarakat Riau atas kesalahan laporan prognosis yang tidak benar ini,” pungkas Teza.***

Penulis :
Editor :
Kategori : Riau

Riau

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex