Pemko Pekanbaru Gandeng 23 SMP Swasta Gratis untuk 4 Ribu Lulusan SD
BAGYNEWS.COM - Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru mencatat adanya keterbatasan daya tampung pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri untuk tahun ajaran baru ini.
Dari sekitar 19.200 lulusan SD di Kota Pekanbaru, kuota resmi SMP negeri yang tersedia melalui laman smp.spmbpekanbaru.id hanya mencapai 15.216 kursi.
Kondisi tersebut memperlihatkan adanya selisih sekitar 3.984 lulusan SD yang dipastikan tidak dapat tertampung di sekolah negeri.
Guna mengantisipasi krisis daya tampung ini, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru bergerak cepat dengan menggandeng 23 SMP swasta di Pekanbaru.
Melalui skema kemitraan ini, para peserta didik yang tidak lolos di sekolah negeri dapat menempuh pendidikan di sekolah swasta mitra tersebut secara gratis.
Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, menjelaskan bahwa puluhan sekolah swasta ini telah terintegrasi langsung ke dalam sistem seleksi.
"Sekolah-sekolah swasta ini menjadi opsi resmi bagi calon peserta didik dalam skema Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) tingkat SMP di Kota Pekanbaru," ujar Markarius, Rabu 24 Juni 2026.
Berikut adalah daftar 23 SMP swasta yang menggratiskan biayanya lewat program kerja sama ini: SMP Telekomunikasi, SMP Taruna Satria, SMP IT Badrul Islam, SMP Plus Terpadu dan SMP IT Al-Muhajirin. Lalu SMP Tri Bhakti, SMP Pekerti Mulya, SMP Islam YLPI, SMP Masmur dan SMP Tunas Karya.
Kemudian SMP Nurul Falah, SMP Yabri Terpadu, SMP Widya Graha, SMP PGRI, SMP Dwi Sejahtera, SMP IT Masmur 2 School, SMP Nurul Falah Kulim dan SMP Muhammadiyah 5. Lalu
SMP Islam Nurul Hidayah, SMP Plus At Thoiba, SMP Bukit Raya, Sialang Bungkuk, SMP IT Darul Fiy Azkya dan SMP IT Aziziyyah.
Markarius menambahkan, Pemko Pekanbaru masih membuka peluang lebar bagi sekolah swasta lain yang ingin bergabung dalam skema kemitraan ini. Strategi ini dinilai menjadi jawaban konkret, terutama bagi wilayah-wilayah pemukiman yang kesulitan mengakses zonasi sekolah negeri.
"Kami berupaya menyelesaikan persoalan wilayah yang kesulitan mengakses sekolah negeri. Melalui kerja sama ini, kami ingin memastikan semua calon peserta didik langsung terakomodasi. Jangan sampai ada anak Pekanbaru yang tidak sekolah," urai Markarius.
Sebagai informasi, sistem SPMB tahun 2026 ini akan tetap membuka beberapa jalur pendaftaran reguler, antara lain jalur domisili (zonasi), jalur prestasi, jalur afirmasi, dan jalur mutasi (perpindahan orang tua), yang nantinya dapat dikombinasikan dengan pilihan sekolah swasta mitra tersebut.***
| Penulis |
: |
| Editor |
: Bastian |
| Kategori |
: Pendidikan |