Korea Selatan Dihantam Gelombang Panas Ekstrem Suhu Capai 37 Derajat
BAGYNEWS.COM - Pemerintah Korea Selatan meningkatkan status siaga gelombang panas Korea Selatan ke tingkat "peringatan" di hampir separuh wilayah negara itu menyusul prakiraan suhu udara yang diperkirakan mencapai 37 derajat celsius sepanjang akhir pekan.
Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korea Selatan menyatakan peningkatan status siaga mulai berlaku pada Jumat 10 Juli 2026 pukul 15.00 waktu setempat. Status tersebut dinaikkan dari level "waspada" (caution) menjadi "peringatan" (warning) karena cuaca panas ekstrem diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
"Hingga pukul 15.00 waktu setempat (06.00 GMT), tingkat siaga bencana terkait cuaca panas telah dinaikkan dari 'waspada' (caution) menjadi 'peringatan' (warning)," demikian pernyataan resmi kementerian tersebut.
Status peringatan kini diberlakukan di 116 dari total 235 zona peringatan khusus di seluruh Korea Selatan.
Menurut kantor berita Yonhap, status "peringatan" diterapkan apabila suhu maksimum diperkirakan mencapai atau melampaui 35 derajat celsius selama sedikitnya dua hari berturut-turut.
Sementara itu, Badan Meteorologi Korea memperkirakan suhu udara pada siang hari dapat mencapai 37 derajat celsius di sejumlah wilayah selama akhir pekan. Adapun wilayah selatan diprediksi mengalami suhu sekitar 35 derajat celsius.
Mengantisipasi meningkatnya risiko sengatan panas, pemerintah menginstruksikan seluruh instansi terkait untuk memperkuat langkah mitigasi, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia, petani, serta pekerja lapangan yang beraktivitas di bawah terik matahari.
Patroli di area terbuka dan kawasan persawahan juga ditingkatkan guna memastikan keselamatan masyarakat sekaligus mengantisipasi dampak cuaca ekstrem terhadap sektor pertanian.
Gelombang panas ini terjadi hanya beberapa hari setelah Korea Selatan dilanda hujan monsun berintensitas tinggi pada Rabu 8 Juli 2026 dan Kamis 9 Juli 2026. Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di sejumlah wilayah, merendam permukiman dan infrastruktur jalan, serta memaksa ratusan warga mengungsi.
Berdasarkan data Yonhap hingga Jumat, sebanyak 758 orang telah dievakuasi akibat banjir tersebut. Selain itu, satu orang dilaporkan hilang dan lebih dari 400 fasilitas infrastruktur mengalami kerusakan.
Perubahan cuaca yang berlangsung cepat dari hujan lebat menuju panas ekstrem meningkatkan kewaspadaan pemerintah Korea Selatan terhadap potensi bencana hidrometeorologi maupun dampak kesehatan masyarakat selama musim panas berlangsung.***
sumber: beritasatu.com
| Penulis |
: |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Internasional |