Kedepankan Pendekatan Humanis, Wali Kota Agung Nugroho Luncurkan Tim Sapa Motoris Satpol PP Pekanbaru
BAGYNEWS.COM - Penegakan Peraturan Daerah (Perda) di Kota Pekanbaru kini memasuki babak baru yang lebih persuasif. Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, resmi meluncurkan (launching) Tim Sapa Motoris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Pekanbaru pada Jumat 17 Juli 2026
Prosesi peluncuran tim khusus ini berpusat di Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Kecamatan Binawidya. Sebanyak 120 personel bermotor diterjunkan untuk mengemban misi patroli dan menegakkan ketertiban di berbagai sudut ibu kota Provinsi Riau tersebut.
Sasar Balap Liar hingga Penertiban PKL
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa Tim Sapa Motoris ini dibentuk dengan konsep patroli bergerak (mobile). Mereka bertugas mengawasi sekaligus mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban umum (kamtibmas).
"Mereka bertugas berkeliling kota dan menyapa masyarakat secara langsung. Target sasaran utamanya adalah lokasi-lokasi yang kerap dijadikan ajang aksi balap liar, serta area yang marak dengan keberadaan gelandangan dan pengemis (gepeng)," ujar Agung usai peresmian.
Patroli intensif ini akan dilakukan secara bergantian dalam beberapa sif guna memastikan pengawasan mencakup seluruh wilayah Pekanbaru secara berkala.
Selain masalah sosial, tim ini juga difokuskan untuk menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang nekat berjualan di area terlarang.
Menertibkan Tanpa Kekerasan
Agung menekankan bahwa identitas utama dari Tim Sapa Motoris ini adalah pendekatan yang ramah namun tetap tegas. Pemko Pekanbaru ingin mengubah citra penertiban yang kaku menjadi lebih bersahabat.
"Tentu arah utamanya tetap pada penegakan Perda agar kota lebih tertib. Namun melalui Tim Sapa Motoris Satpol PP ini, penertiban dilakukan dengan cara yang jauh lebih humanis," tegasnya.
Melalui kehadiran unit roda dua ini, Agung berharap jarak pembatas antara petugas dan masyarakat dapat terkikis. Dengan komunikasi yang baik, kepatuhan terhadap aturan daerah diharapkan dapat tumbuh kesadarannya tanpa perlu adanya tindakan represif atau kekerasan di lapangan.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Pekanbaru |