Sabtu, 18 Juli 2026
Olahraga / Jum'at, 17 Juli 2026 11:25 WIB

Mbappe Bisa Rebut Sepatu Emas sebelum Final Piala Dunia

BAGYNEWS.COM - Gelaran Piala Dunia 2026 hampir selesai. Meski perhatian dunia tertuju pada partai final antara Spanyol dan Argentina, tensi tinggi nyatanya sudah membara lebih awal. 

Untuk meraih gelar pencetak gol terbanyak atau Golden Boot (Sepatu Emas) diprediksi akan menyajikan drama besar, bahkan sebelum peluit sepak mula partai final dibunyikan.

Menariknya, panggung pembuktian ini justru datang dari para pemain yang timnya sudah tersingkir di babak semifinal. Prancis dan Inggris memang harus mengubur impian mereka untuk mengangkat trofi juara.

Namun, para bintang terbesar dari kedua negara tersebut masih memiliki satu kesempatan terakhir untuk mengukir tinta emas secara individu saat mereka bentrok dalam laga perebutan tempat ketiga.

Pertandingan ini bukan sekadar laga hiburan atau formalitas demi menentukan siapa yang berhak berdiri di podium ketiga untuk menerima medali perunggu. Lebih dari itu, duel sengit antara Les Bleus dan The Three Lions ini berpotensi besar melahirkan perubahan drastis dan menentukan siapa yang berhak membawa pulang penghargaan Sepatu Emas.

Dikutip BeIN Sports, Jumat 17 Juli 2026, banyak penggemar sepak bola yang mungkin lupa bahwa seluruh gol yang tercipta dalam laga perebutan tempat ketiga tetap dihitung secara resmi dalam statistik FIFA.

Semua gol dari fase grup, babak gugur, hingga laga perebutan perunggu ini diakumulasikan untuk menentukan top scorer turnamen. Hal inilah yang membuat motivasi para pemain tetap membara.

Kondisi ini menjadi angin segar bagi bintang Prancis, Kylian Mbappe, serta duo andalan Inggris, Harry Kane dan Jude Bellingham. Mereka dipastikan akan tampil habis-habisan demi menambah pundi-pundi gol mereka. Saat ini, Mbappe memimpin dengan koleksi 8 gol, sejajar dengan megabintang Argentina, Lionel Messi.

Sementara itu, Kane dan Bellingham menguntit di belakang dengan masing-masing 6 gol, disusul Ousmane Dembélé yang mengoleksi 5 gol dan siap memberikan kejutan.

Keuntungan besar berada di tangan Mbappe karena jadwal pertandingan perebutan tempat ketiga dimainkan lebih dulu sebelum laga final antara Argentina vs Spanyol. Ini berarti penyerang anyar Real Madrid tersebut memiliki peluang emas untuk mencetak gol dan memimpin perolehan top skor sementara, sekaligus memberikan tekanan psikologis kepada Messi sebelum sang kapten Argentina turun bertanding di partai puncak.

Kendati demikian, posisi Messi saat ini sebenarnya jauh lebih diuntungkan oleh regulasi FIFA. Jika jumlah gol kedua pemain berakhir imbang hingga turnamen selesai, FIFA akan menggunakan jumlah umpan matang (assist) sebagai indikator penentu pertama. Dalam urusan ini, Messi memegang keunggulan, sehingga Mbappé wajib mencetak gol murni di laga melawan Inggris jika ingin benar-benar menyalip rivalnya tersebut.

Sejarah mencatat bahwa laga perebutan tempat ketiga bukanlah hal yang bisa dipandang sebelah mata dalam urusan perebutan Sepatu Emas. Pada Piala Dunia Italia 1990, penyerang Italia Salvatore Schillaci berhasil membobol gawang Inggris di laga perebutan tempat ketiga untuk mengunci gelar top skor dengan 6 gol. Kisah serupa terjadi di Prancis 1998 saat striker Kroasia, Davor Šuker, mencetak gol ke gawang Belanda untuk mengamankan Sepatu Emas dengan catatan gol yang sama.

Melihat rekam jejak sejarah tersebut, pertandingan antara Prancis dan Inggris akhir pekan nanti bukan lagi sekadar laga pelipur lara. Laga ini dipastikan menjadi panggung drama penuh gengsi, tempat di mana babak terakhir dari perebutan gelar pemain tersubur di dunia akan dimulai, sebelum akhirnya Argentina dan Spanyol menutup tirai Piala Dunia 2026.***

sumber: beritasatu.com

Penulis :
Editor :
Kategori : Olahraga

Olahraga

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex