Banjir Landa Agam, 450 Warga Mengungsi
BAGYNEWS.COM - Banjir yang melanda Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, memaksa 450 warga mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Selain itu, 60 warga sempat terjebak akibat derasnya arus banjir sebelum berhasil dievakuasi.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Agam, Abdul Ghafur, mengatakan para pengungsi memilih mengamankan diri ke rumah kerabat yang berada di lokasi bebas banjir.
"Sebanyak 450 warga mengungsi ke rumah kerabat yang aman dari banjir," kata Abdul Ghafur di Lubuk Basung, dilansir dari Antara, Minggu 19 Juli 2026
BPBD mencatat sedikitnya 20 keluarga atau 60 jiwa sempat terjebak banjir akibat tingginya genangan dan derasnya arus.
Sebagian warga berhasil menyelamatkan diri secara mandiri, sementara sisanya dievakuasi oleh tim gabungan yang terdiri atas BPBD Agam, Basarnas, PMI, Polri, TNI, serta unsur terkait lainnya.
"Korban sudah melakukan evakuasi mandiri dan sebagian dievakuasi oleh tim gabungan," ujar Abdul Ghafur.
Selain di Nagari Sungai Batang, banjir juga merendam kawasan Jorong Labuah. Sedikitnya 20 rumah terendam air dengan ketinggian mencapai sekitar 70 sentimeter, sehingga sekitar 250 warga terpaksa mengungsi.
Banjir dipicu hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu sore hingga malam. Curah hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Batang Tumayo meluap dan menggenangi permukiman warga.
Menurut Abdul Ghafur, kawasan tersebut memang kerap dilanda banjir setelah terjadi pendangkalan sungai pascabanjir bandang yang melanda wilayah itu pada akhir November 2025.
"Ini merupakan banjir yang sering terjadi karena sungai mengalami pendangkalan pasca-banjir bandang," katanya.
BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seiring surutnya genangan air, sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing.
Meski demikian, masyarakat di sekitar daerah aliran sungai diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut.
BPBD juga mengingatkan warga agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman apabila curah hujan tinggi berpotensi memicu banjir susulan.***
| Penulis |
: |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Regional |