Yunani Diancam Gelombang Panas 41 Derajat Celsius
BAGYNEWS.COM - Gelombang panas Yunani diperkirakan mencapai puncaknya pada awal pekan ini dengan suhu udara menyentuh 41 derajat celsius di sejumlah wilayah.
Di tengah cuaca ekstrem tersebut, otoritas juga terus mewaspadai potensi kebakaran hutan, meski api yang sempat melanda Pulau Salamis di dekat Athena telah berhasil dikendalikan.
Berdasarkan prakiraan Dinas Meteorologi Nasional Yunani, cuaca panas mulai melanda negara itu sejak Sabtu 18 Juli 2026 dan diperkirakan terus meningkat pada Senin 10 Juli 2026 hingga Selasa 21 Juli 2026. Wilayah daratan Yunani serta Pulau Kreta diprediksi menjadi daerah dengan suhu tertinggi.
Observatorium Nasional Athena mencatat suhu di atas 40 derajat celsius untuk pertama kalinya pada tahun ini terjadi di Kota Konitsa, Yunani barat laut, pada Sabtu 18 Juli 2026. Saat itu, suhu udara mencapai 40,4 derajat celsius.
Selain Konitsa, suhu tinggi juga tercatat di sejumlah wilayah lain. Menurut laporan media ERT, suhu mencapai 39,3 derajat celsius di Sparta, sementara 38,9 derajat celsius tercatat di Petrokefali, Pulau Kreta, serta Farsala di Yunani tengah.
Puncak gelombang panas Yunani diperkirakan terjadi pada Senin dan Selasa, dengan suhu di sejumlah wilayah daratan dan Pulau Kreta berpotensi mencapai 40 hingga 41 derajat celsius.
Dinas meteorologi memperkirakan suhu mulai menurun secara bertahap di Yunani bagian utara mulai Rabu 22 Juli 2026, sebelum penurunan yang lebih signifikan terjadi secara nasional pada Kamis 23 Juli 2026.
Di tengah cuaca panas yang meningkatkan risiko kebakaran, petugas pemadam kebakaran berhasil mengendalikan api yang sebelumnya melanda wilayah Selinia di Pulau Salamis, yang berada di sebelah barat Athena.
Meski demikian, Dinas Pemadam Kebakaran Yunani melaporkan sempat muncul titik api baru di bagian selatan area kebakaran. Untuk mencegah api kembali meluas, pesawat pemadam kebakaran langsung dikerahkan ke lokasi.
Kebakaran sempat merambat ke kawasan hutan yang berada di dekat permukiman warga. Medan yang terjal menjadi tantangan bagi petugas dalam memadamkan api. Asap tebal juga dilaporkan menyelimuti sebagian wilayah sehingga petugas tetap disiagakan guna mengantisipasi kebakaran susulan.
Wali Kota Salamis, Giorgio Panagopoulos, mengatakan pemerintah setempat telah mengevakuasi warga dan wisatawan dari kawasan Panorama A dan Panorama B sebagai langkah pencegahan.
Menurutnya, proses evakuasi berlangsung aman tanpa adanya korban cedera.
Di lokasi terpisah, kebakaran hutan juga dilaporkan terjadi di kawasan hutan dekat Rodolivoi, wilayah Serres, Yunani utara. Sebanyak 20 personel pemadam kebakaran bersama delapan unit mobil pemadam dan mobil tangki air dikerahkan untuk menangani kebakaran tersebut.
Otoritas setempat menyatakan api berkobar jauh dari kawasan permukiman maupun infrastruktur penting sehingga tidak menimbulkan ancaman langsung bagi masyarakat. Sementara itu, tim investigasi telah diterjunkan untuk menyelidiki penyebab kebakaran.
Dengan suhu yang diperkirakan masih sangat tinggi hingga awal pekan ini, pemerintah Yunani terus mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak gelombang panas serta potensi kebakaran hutan yang dapat dipicu oleh cuaca kering dan angin kencang.***
sumber: beritasatu.com
| Penulis |
: |
| Editor |
: |
| Kategori |
: Internasional |