Rabu, 22 Juli 2026
Siak / Selasa, 21 Juli 2026 14:43 WIB

Teror Harimau Sumatera di Siak: Nyaris Terkam Pekerja Sawit hingga Kembali Muncul di Jalan

BAGYNEWS.COM - Warga Desa Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, mendadak gempar. Seekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) dilaporkan muncul di area perkebunan dan nyaris menerkam seorang pekerja kebun kelapa sawit bernama Agus.

​Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Supartono, mengonfirmasi bahwa insiden menegangkan tersebut terjadi pada Selasa 14 Juli 2026 sekitar pukul 10.00 WIB. Saat itu, Agus tengah mengendarai sepeda motor sembari mengangkut hasil panen sawit.

​"Tiba-tiba seekor Harimau Sumatera muncul dari arah belakang dan menerkam kendaraan korban hingga mencakar keranjang muatan yang dibawanya," ungkap Supartono, Selasa 21 Juli 2026.

​Sadar dirinya dalam ancaman maut, Agus spontan menancap gas kendaraannya sekuat tenaga hingga berhasil meloloskan diri dari serangan lanjutan si raja hutan.

​Tak berhenti di situ, teror si kucing besar ini kembali terulang empat hari pasca-kejadian pertama. Pada Sabtu 18 Juli 2026 sekitar pukul 12.00 WIB, dua warga setempat bernama Amir dan Dodi melihat langsung keberadaan harimau di kawasan Kilometer 4 Desa Mengkapan.

​Keduanya melihat satwa belang tersebut melompat dari parit di seberang jalur pipa menuju badan jalan. Beruntung, saat berpapasan dengan sepeda motor Amir, harimau tersebut memilih balik arah ke dalam parit.

​"Pada penampakan kedua ini, harimau tidak menunjukkan perilaku agresif, baik terhadap kendaraan maupun pengendara," tambah Supartono.

​Menanggapi laporan yang meresahkan warga ini, BBKSDA Riau langsung menerjunkan tim ke lapangan untuk melakukan pelacakan, pemantauan, serta berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.

​Meski dari hasil penelusuran awal tim belum menemukan jejak atau tanda-tanda keberadaan fisik harimau, pihak BBKSDA memastikan akan terus melakukan pemantauan intensif demi mencegah terjadinya konflik antara manusia dan satwa liar.

​Menurut keterangan Gianto, warga setempat, kawasan tersebut memang dikenal sebagai lintasan jelajah (home range) Harimau Sumatera. Beberapa kali harimau terlihat melintas, namun biasanya tidak pernah menyerang warga.

​Guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, BBKSDA Riau mengeluarkan sejumlah imbauan tegas kepada masyarakat sekitar:
​Tingkatkan Kewaspadaan
Hindari beraktivitas seorang diri di area kebun atau lokasi yang diduga menjadi lintasan harimau, terutama pada sore hingga malam hari.
​Giatkan Pos ronda
Mengaktifkan kembali patroli siskamling malam di area permukiman.
​Segera Lapor
Apabila warga melihat kembali keberadaan si raja hutan atau satwa liar dilindungi lainnya, diminta segera melapor ke call center BBKSDA Riau atau aparat setempat.***

Penulis :
Editor :
Kategori : Siak

Siak

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex