Senin, 03 Agustus 2026
Rokan Hilir / Minggu, 02 Agustus 2026 08:45 WIB

Kasus Kekerasan Meningkat, Pemkab Rohil Gelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Perempuan

BAGYNEWS.COM - Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan di Bagansiapiapi, Jumat 31 Juli 2026.

​Kegiatan yang berlangsung selama dua hari (31 Juli–1 Agustus 2026) ini merupakan langkah konkret Pemkab Rohil untuk memperkuat kapasitas aparatur, tenaga pendamping, serta lembaga layanan agar penanganan kasus kekerasan berbasis gender berjalan lebih terintegrasi dan profesional.

​Pelatihan dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Rohil Jhony Charles, didampingi Asisten III Setda Normansyah, Kepala DPPKBP3A Cici Sulastri, Kaban Kesbangpol Indra Gunawan, unsur Forkopimda, serta para psikolog dan tenaga pendamping. Pembukaan acara juga diwarnai dengan penyerahan penghargaan kepada para pemenang Gender Champion Tahun 2026.

​Kepala DPPKBP3A Rohil, Cici Sulastri, memaparkan bahwa pelatihan ini digelar sebagai respons atas tren peningkatan kasus kekerasan terhadap perempuan di Rokan Hilir.

​Berdasarkan data UPTD PPA Rohil:
​Tahun 2024, tercatat 76 kasus, tahun 2025 meningkat menjadi 94 kasus. Dan h​ingga Juli 2026 sudah menangani 53 kasus yang saat ini dalam proses pendampingan bersama aparat penegak hukum.

​"Data ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan harus terus diperkuat melalui peningkatan kompetensi aparatur, sinergi lintas sektor, serta penguatan lembaga layanan yang ramah korban," ujar Cici.

​Cici menambahkan, kegiatan ini berlandaskan regulasi kuat, seperti UU No. 12 Tahun 2022 tentang TPKS dan Perda Rohil No. 9 Tahun 2019. Pelatihan ini memfokuskan empat hal: integrasi data, peningkatan kapasitas pendamping, penguatan koordinasi lintas sektor, serta penyediaan layanan responsif berbasis HAM.

​Sementara itu, Wakil Bupati Rohil Jhony Charles menegaskan bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah persoalan serius yang berdampak langsung pada keutuhan keluarga dan masyarakat. Ia meminta penanganan kasus melibat jaringan hukum yang kuat bersama pihak Kepolisian dan Kejaksaan.

​"Pelatihan ini jangan berhenti di tataran seremonial saja, harus ada tindak lanjut konkret di lapangan. Saya juga mengusulkan agar para pelajar tingkat SMA/kejuruan mulai dilibatkan dalam jejaring edukasi dan penanganan dini, mirip dengan fungsi bimbingan konseling di sekolah," tegas Jhony Charles.

​Melalui pelatihan ini, Pemkab Rohil berharap seluruh lembaga penyedia layanan memiliki pemahaman yang solid sehingga penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan di Rokan Hilir menjadi lebih cepat, terpadu, dan memberikan kepastian hukum bagi korban.***

Penulis : mdc
Editor : bastian
Kategori : Rokan Hilir

Rokan Hilir

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex