">

Selasa, 04 Agustus 2026
Riau / Senin, 03 Agustus 2026 10:40 WIB

"Kami Takut Berprestasi Lagi" Jeritan Hati Atlet Riau, Dulu Dielu-elukan di PON 2024, Kini Bonus Tak Kunjung Lunas

BAGYNEWS.COM - Harum nama Provinsi Riau di panggung olahraga nasional ternyata harus dibayar mahal dengan rasa kecewa oleh para pahlawan olahraganya. 

Hingga Agustus 2026, para atlet dan pelatih peraih medali PON XXI Aceh-Sumut 2024 masih harus menelan pil pahit karena sisa bonus prestasi mereka tak kunjung dilunasi Pemprov Riau.

​Dari total janji apresiasi yang disepakati, para atlet mengaku baru menerima sekitar 45 persen pada September 2025 lalu. Memasuki dua tahun pasca-ajang bergengsi tersebut, sisa 55 persen hak mereka mengambang tanpa kepastian.

​Ketidakpastian ini memukul batin para atlet. Puja, atlet senam Riau, mengungkapkan kepedihan yang dirasakan rekan-rekannya. Janji pelunasan di awal tahun yang tak kunjung terbukti perlahan membunuh motivasi mereka untuk bertanding.

​"Sudah dua tahun bonus tak kunjung tuntas. Kami cuma dijanji-janjikan. Sekarang kami malah merasa takut untuk berprestasi, takut jadi beban daerah untuk bayar bonus. Semangat kami membela Riau rasanya sudah tidak ada lagi," ungkap Puja pilu, Senin 3 Agustus 2026.

​Puja menceritakan, di saat atlet provinsi lain sudah fokus menjalani pemusatan latihan (training camp) untuk kejuaraan berikutnya, atlet Riau justru masih harus menghabiskan energi memperjuangkan hak dasar mereka sembari berlatih mandiri seadanya.

​Kekecewaan mendalam juga diluapkan oleh atlet renang senior Riau, Vanessa Evato. Bagi Vanessa yang sudah empat kali membela nama Riau di arena PON, peristiwa kali ini menjadi luka paling menyakitkan dalam kariernya.

​"Kami sudah mempersembahkan yang terbaik untuk Riau, sekarang giliran Bapak Gubernur memenuhi hak kami. Dari empat kali ikut PON mewakili Riau, yang terakhir ini paling mengecewakan," tutur Vanessa.

​Vanessa juga menyoroti kejanggalan kebijakan anggaran pemerintah daerah yang terkesan mengabaikan nasib para atlet.

​"Katanya tidak ada uang karena efisiensi anggaran. Tapi anehnya, pemerintah bolak-balik bisa bikin konser dan undang artis besar yang makan biaya banyak. Sedangkan bonus kami tidak dibayar tuntas," kritiknya.

​Pelatih Riau, Ahmad Markos, menilai penundaan bonus yang berlarut-larut ini menjadi tampar keras dan catatan terburuk bagi sejarah olahraga di Bumi Lancang Kuning.

​"Belum pernah terjadi hal seperti ini. Ini sangat memalukan untuk Riau yang dikenal 'di atas minyak, di bawah minyak'. Kondisi ini betul-betul mematikan pembinaan olahraga," tegas Markos.

​Markos memperingatkan bahwa jika Pemprov Riau, Dispora, dan KONI Riau tidak segera menyelesaikan kewajiban ini, ancaman eksodus atlet besar-besaran ke provinsi lain tinggal menunggu waktu.

Kepedulian nyata pemerintah kini sangat dinantikan sebelum Riau benar-benar kehilangan talenta-talenta terbaiknya.***

Penulis : rac
Editor : bastian
Kategori : Riau

Riau

© Bagynews.com. All Rights Reserved. Designed by HTML Codex