Kepungan Asap Pekanbaru Kian Pekat: 355 Titik Panas Terdeteksi, Kualitas Udara Masuk Level Bahaya
BAGYNEWS.COM - Kabut asap tebal kian pekat mengepung Kota Pekanbaru, Riau, pada Minggu 23 Agustus 2026. Kualitas udara di ibu kota provinsi tersebut terpantau terus memburuk dan bertahan pada kategori tidak sehat sepanjang hari akibat lonjakan kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Data pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat lonjakan tajam konsentrasi partikulat halus (PM_{2.5}).
Jika pada pukul 07.00 WIB konsentrasi tercatat di angka 62,5 \mu g/m^3, angka tersebut meroket hingga 133,7 \mu g/m^3 pada pukul 16.00 WIB.
Selaras dengan BMKG, pemantauan IQAir pada pukul 17.00 WIB menunjukkan Indeks Kualitas Udara (AQI) Pekanbaru berada di level 177 dengan konsentrasi PM_{2.5} mencapai 92,4 \mu g/m^3.
Peningkatan konsentrasi polutan sejak pagi hingga sore hari ini mempertegas bahwa kondisi udara belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan.
Pekatnya kabut asap di jalanan tidak hanya memperburuk kebersihan udara, tetapi juga membatasi jarak pandang secara signifikan.
BMKG Stasiun Pekanbaru mengonfirmasi bahwa kepungan asap ini dipicu oleh maraknya karhutla, di mana terdeteksi sebanyak 355 titik panas (hotspot) menyebar di berbagai kabupaten di Riau pada Minggu pagi.
Masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, diimbau keras untuk membatasi aktivitas di luar ruangan.
Penggunaan masker standar medis atau N95 menjadi kewajiban bagi warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah guna meminimalkan risiko paparan partikel beracun.
BMKG memastikan akan terus memantau pergerakan titik panas serta arah angin untuk mengantisipasi potensi paparan asap yang lebih parah dalam beberapa hari ke depan.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Pekanbaru |