Pekanbaru Diselimuti Asap, Warga Diimbau Pakai Masker dan Jangan Bakar Lahan!
BAGYNEWS.COM - Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, kembali memburuk dan masuk dalam kategori tidak sehat pada Minggu 23 Agustus 2026 pagi. Fenomena ini dipicu oleh meningkatnya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta sebaran kabut asap di beberapa daerah tetangga, seperti Kabupaten Pelalawan.
Berdasarkan pemantauan IQAir pada pukul 08.00 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) Pekanbaru menyentuh angka 161. Polutan utama yang mendominasi adalah partikulat halus (PM_{2.5}) dengan konsentrasi mencapai 70,3 \mu g/m^3—jauh melampaui batas aman kesehatan.
Data senada juga dicatat oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, meminta warga meningkatkan kewaspadaan dan sebisa mungkin membatasi aktivitas luar ruangan.
"Kalau memang tidak ada keperluan, masyarakat sebaiknya tetap di rumah. Kalau harus keluar, gunakan masker," tegas SF Hariyanto.
Selain mengimbau penggunaan masker, ia juga menginstruksikan masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar.
Cuaca kering yang melanda Riau saat ini membuat potensi penyebaran api menjadi sangat cepat dan berbahaya bagi lingkungan sekitar.
"Jangan membakar lahan. Satu orang membakar lahan bisa berdampak ke semua orang," lanjutnya.
SF Hariyanto menekankan bahwa penanganan karhutla merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau tim pemadam kebakaran.
Oleh karena itu, ia meminta peran aktif warga untuk segera melapor jika menemukan adanya titik api baru atau tindakan pembakaran lahan secara ilegal agar bisa langsung ditindaklanjuti.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Pekanbaru |