Medan Ekstrem dan Asap Tebal Perlambat Pemadaman Karhutla 471 Hektare di Inhu
BAGYNEWS.COM - Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, masih menemui jalan buntu.
Memasuki hari ke-22 operasi, api di atas lahan seluas 471,39 hektare tersebut belum sepenuhnya terkendali.
Dari total luas area yang terbakar, tim gabungan baru berhasil memadamkan sekitar 50,2 hektare. Bara api yang tersembunyi di bawah permukaan tanah gambut dan perakaran pohon terus mengancam dan berpotensi memicu api baru.
Kepala Manggala Agni Daops Sumatera VII/Rengat, Muhammad Ilham Sidik, mengungkapkan bahwa petugas masih berjibaku melakukan pemadaman dan pendinginan (mopping up) hingga Selasa 25 Agustus 2026.
"Luas terbakar mencapai 471,39 hektare dan yang sudah berhasil dipadamkan baru 50,2 hektare," ujar Ilham, Selasa 25 Agustus 2026.
Ilham menjelaskan, status lokasi kebakaran merupakan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) dengan struktur tanah gambut. Karakteristik ini membuat api mudah bertahan di bawah permukaan dan dapat kembali membesar saat menyentuh vegetasi kering.
Proses pemadaman terkendala medan yang amat sulit. Petugas harus mengangkut peralatan menggunakan sepeda motor sejauh 1,5 kilometer, lalu melanjutkannya dengan berjalan kaki menembus belukar padat sejauh 1,5 kilometer lagi.
Jarak pandang yang terbatas akibat kabut asap tebal kian memperparah kondisi di lapangan.
"Kabut asap menyulitkan petugas membedakan sumber titik api lokal karena tertutup kabut asap kiriman dari Indragiri Hilir," jelas Ilham.
Dalam operasi ini, Manggala Agni mengerahkan satu unit mesin Mark-3, dua unit Mini Striker, belasan rol selang penyalur, Y Connector, hingga nozzle untuk menjangkau titik api.
Mengingat vegetasi yang mengering dan bara api masih tersembunyi di akar-akar pohon, kegiatan pendinginan (mopping up) terus dilanjutkan guna memastikan tidak ada timbulan titik api baru.***
| Penulis |
: rac |
| Editor |
: bastian |
| Kategori |
: Indragiri Hulu |